Indonesiainteraktif.com, Kaur - Forum Media Online Kaur (FMOK) telah melakukan dengar pendapat bersama Pemkab Kaur dan DPRD Kaur, yang berlangsung diruang Komisi II DPRD Kaur, Senin (15/3/2021).
Hearing atau dengar pendapat ini berawal dari kecilnya biaya satuan publikasi ditetapkan oleh Pemkab Kaur, biaya satuan ini ditetapkan sebesar 300 ribu yang sebelumnya 1,5 juta.
Pada Hearing ini, Juru Bicara dari FMOK Aprin Taskan menyayangkan kesenjangan yang dibuat oleh Pemkab Kaur, apalagi kesenjangan antara media online dan cetak itu sangatlah signifikan.
"Padahal di era teknologi saat ini, media online (siber) merupakan media pilihan masyarakat luas, mengingat media ini sangatlah mudah diakses oleh masyarakat, selain itu peran media online di kaur sangatlah besar bagi pembangunan dan kemajuan kabupaten kaur, jadi kami harap pemerintah daerah dapatlah proporsional dalam menganggarkan nilai publikasi untuk media online, dan apabila media online masih dianaktirikan seperti saat ini, kami pastikan akan berdiri sendiri tanpa harus ada peran dari pemerintah (oposisi)," Ujar Aprin.
Pada kesempatan yang sama, Rolan Zuhrian yang merupakan Ketua Komisi III DPRD Kaur menyampaikan rasa prihatin dengan kejadian yang acap kali terjadi di setiap tahunnya.
"Saya sangat menyayangkan dan baru tahu kalau satuan harga untuk biaya publikasi media online sangatlah kecil, seharusnya jangan dibuat perbedaan antara media cetak dan media online, mengingat keunggulan dari media online sangatlah banyak, dan peran media online dalam menyampaikan informasi sangatlah efektif dan efisien," Kata Ketua Komisi III DPRD Kaur yang masih tergolong muda ini. (Fad)