Diduga Rugikan Negara Rp. 13 Milyar, Mantan Bupati Kansing Mursini Jalani Sidang Dakwaan

Foto : Mantan Bupati Kansing Mursini

 

Foto : Mantan Buapti Kuansing saat ditahan Jaksa (Hrx/001/2021)
Foto : Mantan Buapti Kuansing saat ditahan Jaksa (Hrx/001/2021)

 

Indonesiainteraktif, Kuantan Singingi - Kasus Korupsi Mantan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau, Mursini, memasuki babak baru proses dakwaan. Dalam kasus ini, Mursini didakwa terlibat korupsi dana kegiatan Sekretariat Daerah Kabupaten Kuantan Singingi. Sidang digelar di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Rabu (1/9/2021). Selain dihadiri para hakim, sidang juga dihadiri Jaksa penuntut umum dari Kejati Riau dan Kejari Kuansing. 

Demi mematuhi protokol kesehatan, Mursini (terdakwa) mengikuti sidang dari Rutan Sialang Bungkuk secara virtual.

Dalam sidang pembacaan dakwaan tersebut, Jaksa Penuntut Umum menyebut perbuatan Mursini merugikan negara Rp 13,3 miliar. Dana itu bersumber dari APBD Kabupaten Kuansing tahun 2017.

"Bahwa terdakwa Mursini selaku Kepala Daerah atau Bupati Kabupaten Kuantan Singingi periode tahun 2016-2021. Telah melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan, sehingga harus dipandang sebagai perbuatan melawan hukum," kata Kasi Pidsus Kajari Kuansing, Imam, kepada wartawan, Rabu (1/9/2021).

Imam menyatakan Mursini memperkaya diri sendiri dan orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara Rp 13 miliar. Mursini didakwa melanggar Pasal 11 juncto Pasal 18 ayat (1) UU No 20 Tahun 2001 tentang Tipikor.

Mursini disebut korupsi pada 6 kegiatan di Setda Kuantan Singingi. Ada sejumlah nama yang disebut menerima dana tersebut, antara lain mantan Plt Sekda Muharlius, Kabag Umum M Saleh, Bendahara Ferdi Anantha, PPTK kegiatan Heti Herlia, dan Yuhendrizal.

Kelima pejabat yang disebut jaksa telah terbukti menerima dana dan sudah dijatuhi pidana berkekuatan hukum tetap. Mursini adalah terdakwa yang keenam di kasus tersebut.

"Selain itu, ada pihak dari DPRD Kuansing yang menerima aliran dana. Ada itu nama Ketua DPRD saat itu Andi Putra, Musliadi dan Rosi Atali ada dalam dakwaan hari ini," katanya.

Mirisnya, dana kegiatan Setda juga disebut mengalir ke istri Mursini. Jaksa mengatakan seluruh dakwaan akan dibuktikan dalam persidangan.

"Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi saksi, semua nanti akan dihadirkan," kata Imam.

Dalam Kasus dugaan korupsi yang menyeret Mursini, ada sejumlah orang yang diperiksa, termasuk mantan Ketua DPRD Kuansing Andi Putra, yang kini menjabat bupati.

Agar proses penyidikan dapat berjalan optimal dan efektif, Kejaksaan Agung melakukan suvervisi terhadap perkara ini. Sedangkan pelalsanaan penyidikan ditangani secara gabungan oleh Kejaksaan Tinggi Riau dan Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi. (Hrx)