Guru SD 88 Kota Bengkulu Tampar Murid, Dipolisikan Orang Tua

Guru SD 88 Kota Bengkulu Tanpar Murid (Ilustrasi/Gogle)

 

Indonesiainteraktif.com, Kota Bengkulu - Kekerasan terhadap anak dibawah umur terjadi di Kota Bengkulu, tepatnya di SDN 88 Kota Bengkulu. Seorang guru yang mengajar di sekolah tersebut berinisial MY Diduga telah menampar muridnya berinisial CT (berumur 9 tahun dan duduk di bangku kelas 3), yang menyebabkan korban trauma dan minta pindah ke sekolah lain.

Akibatnya perilaku yang tidak baik dari MY tersebut, Rudi orang tua murid tersebut telah melaporkan dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur ke Polres Bengkulu pada hari Kamis (7/7/2022).

Berdasarkan laporan Rudi orang tua korban berinisial CT (9) di Polres Bengkulu, Nomor LP-B /920/VI/2022/SPKT/ Polres Bengkulu bahwa peristiwa kekerasan terhadap korban CT (9) pada hari senin (7/7/2022), sekira pukul 09.30 Wib di SDN 88 Kota Bengkulu

Kejadian kekerasan tersebut berawal ketika murid SDN 88 sedang bermain dipekarangan sekolah, tiba-tiba pelaku menghampiri korban CT (9) langsung marah-marah dan melakukan pemukulan pada dibagian kepala sebelah kiri. akibat peristiwa itu, korban mengalami sakit di bagian telinga sebelah kiri dan berdenging.

“Selaku orang tua sangat kecewa dan tidak terima atas perlakuan guru yang telah melakukan penganiayaan terhadap anak saya. Sehingga akibat kejadian itu, anak saya tidak mau lagi sekolah karena trauma. Jadi saya minta keadilan kepada Pak Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan, Bersama Wawali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, terutama kepada aparat penegak  hukum supaya memproses laporan ini sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Rudi.

Sementara itu Kapolres Bengkulu AKBP Andi Dady Nurcahyo Widodo EP SIK, melalui  Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Welliwanto Malau, MH, S.Ik dan Kanit III Reskrim Polres Bengkulu IPDA Hendra Gani, membenarkan bahwa orang tua wali Murid SDN 88 Kota Bengkulu mendampingi anaknya inisial CT yang masih berusia 9 tahun, telah membuat laporan tentang tindak pidana kekerasan, pada Kamis (07/07/22).

“Ya benar orang tua korban sudah membuat laporan, dan laporan itu pasti kita proses secepatnya. Kemudian untuk pelaku kita kenakan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang kekerasan dan perlindungan anak di bawah umur,” pungkas Welliwanto Malau.

Sehmi, Kepala Dinas Dikbud Kota Bengkulu saat dihubungi langsung media ini belum bisa memberi keterangan banyak karena beritanya baru masuk malam ini.

“Iya, saya baru mendengar berita itu malam ini. Besok akan saya cek dulu,” ungkap Sehmi. (HRX).