Jalur Tol Laut dari Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu - Pelabuhan Tanjung Priok Kembali Diaktifkan

Pemerintah Provinsi Bengkulu sedang mengupayakan jalur tol laut dari Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu - Pelabuhan Tanjung Priok kembali diaktifkan. Kamis (14/3/2024)

IndonesiaInteraktif.com, Bengkulu -- Pemerintah Provinsi Bengkulu sedang mengupayakan jalur tol laut dari Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu - Pelabuhan Tanjung Priok kembali diaktifkan. Kamis (14/3/2024)

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Bambang ASB menjelaskan, jalur tol laut Bengkulu - Tajung Priok sempat aktif. Tetapi selama tahun 2023 tidak ada aktivitas atau tidak angkutan barang melalui jalur ini, sehingga di tahun 2024 jalur tol laut Bengkulu ditutup. 

"Memang sebelumnya sempat aktif tetapi karena tidak ada pengangkutan barang sehingga jalur ditutup," kata Bambang.

Dengan kondisi yang ada, maka Pemprov Bengkulu melalui Dinas Perhubungan mendorong agar jalur tol laut yang disubsidi pemerintah tersebut dapat aktif kembali. 

"Saat ini tengah kita upayakan agar jalur tol laut bisa aktif kembali karena manfaatnya jika angkutan lancar perekonomian semakin tumbuh," tutur Bambang.

Lebih lanjut kata Bambang, beberapa waktu terakahir pihaknya mendapatkan informasi jika pengusaha dari Kabupaten Kepahiang siap menggunakan jalur tol laut dengan kepastian komoditi yang akan diangkut cukup banyak dan rutin. Bahkan sanggup memberangkat sampai 55 kontainer setiap minggu. 


"Jalur tol laut akan disi oleh pengusaha dari Kepahiang yang siap memasok kontainer itu sejumlah 50 sampai 55 buah kontainer setiap minggu. Itu jumlah yang luar biasa, karena pengalaman kita tol laut selama ini, untuk mengisi kontainer kita yang 13 unit saja susah dan tidak ada isinya," terangnya.

Ia mengukapkan, pengangkutan barang melalu jalur tol laut lebih menghematkan biaya karena disubsidi pemerintah dari pada jalur darat. Ini membuat pengusaha dari Kabupaten Kepahiang tertarik karena selama ini mereka menggunakan jalur darat untuk membawa barang komoditi berupa kopi dan teh dalam jumlah banyak.

"Selama ini mungkin tidak terinfokan, sehingga mereka juga tidak tahu. Itu terungkap saat kita rapat. Padahal dari awal kita sudah upayakan. Doakan saja 2025 tol laut ini bisa berjalan normal dan isi kontainer ada dan bisa rutin," pungkasnya 

Sementara itu, saat ini pihaknya sedang menunggu jadwal untuk melakukan audensi bersama Kementerian Perhubungan RI untuk meminta agar jalur tol laut sebelumnya dapat diaktifkan kembali.

Penulis : Arista

Editor : Adv. Rindu Gita Tanzia Pinem, S.H., M.H. CPM