IndonesiaInteraktif.com, Bengkulu -- Mulai Januari 2024 mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu hanya akan menetapkan tujuh titik parkir di area Pantai Panjang. Selain untuk menata Pantai Panjang agar lebih rapih dan tidak adanya parkir liar lagi, hal tersebut bertujuan untuk mencegah kebocoran PAD.
"Berdasarkan surat keputusan Gubernur, diperkirakan ada 7 titik parkir yang akan di kelola," ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bengkulu, Karmawanto, M.Pd.
Pengelolaan titik parkir tersebut, dikatakan Karmawanto, baik dengan swakelola maupun dengan membuka usaha terkait kegiatan pengelolaan parkir tersebut.
Sementara itu, untuk tujuh titik parkir tersebut tersebar di tiga zona yang sudah ditetapkan di area Pantai Panjang. Yakni, Zona 1 area Pantai Pasir Putih - Hotel Bugenville akan dibangun dua titik parkir, Zona 2 area Hotel Bugenville - Hotel Raffles juga akan dibangun dua titik, begitu pula di Zona 3, yakni area Belakang BIM - Taman Berkas yang juga akan dibanun dua titik.
"Zona 1 dan 2, dua titik dan di zona tiga tiga titik. Tujuh titik itu kan mulai dibangun dan mulai berkontrak Januari mrndatang," ujarnya.

Selain itu, Karmawanto juga mengatakan Pemprov Bengkulu juga sudah menyiapkan anggaran terkait pembangunan parkir elektronik atau atau yang juga disebut barier gate pada titik-titik parkir tersebut.
Namun, karena terbatasnya anggaran, ditahun 2024 mendatang parkir elekronik tersbeut hanya baru akan diberlakukan pada satu titik saja. Mengenai wilayah yang akan dipilih sebagai uji coba tersebut, saat ini dikatakannya masih dalam pembahasan Pemprov Bengkulu.
"Untuk lokasi masih balum ditentukan, apakah akan diberlakukan di area depan BIM arah pantai panjang atau di kawasan Pasir putih," jelasnya.
Perencanaan pembangunan parkir elektronik tersebut, akan dibuat seefektif mungkin. Sehingga juga akan dilaksankan dalam wkatu dekat, terlebih tahun 2024 juga semakin dekat.
"Tahun ini 1 titik dulu, siapa tahu di Anggaran Perubahan 2024 ada lagi. Sehingga pada perencanaan nanti semuanya sudah elektronik," ujarnya.
Ia menyebutkan, alokasi anggaran yang disiapkan untuk pembangunan tersebut diperkirakan sekitar 300 juta. Mengenai luasan dan keperluan lainnya, saat ini juga masih dalam tahap diskusi bersama konsultan yang menangani pembuatan alat parkir elektronik tersebut.
"Akan ditanyakan ke konsultannya terlebih dahulu, berapa luasan dan sebagainya yang dibutuhkan," terangnya.
Penulis : Arista
Editor : Adv. Rindu Gita Tanzia Pinem, S.H., M.H. CPM