Pemkot Bengkulu Mendorong Edukasi Bencana Lebih Intensif melalui Sosialisasi Renkon Gempa dan Tsunami

Pemkot Bengkulu Mendorong Edukasi Bencana Lebih Intensif melalui Sosialisasi Renkon Gempa dan Tsunami pada Rabu (9/8/23) , (Foto : Andre Putra)

 

 

Indonesiainteraktif.com , Kota Bengkulu -- Tindakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami di Kota Bengkulu kembali dijalankan melalui kegiatan Sosialisasi Rencana Kontingensi (Renkon) untuk menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami di wilayah tersebut. Acara ini berlangsung di Hotel Santika pada Rabu (9/8/23), dan melibatkan berbagai elemen pentahelix, termasuk Kelurahan dan Kecamatan di Kota Bengkulu.

Partisipan yang hadir dalam acara ini termasuk Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, Anggota DPR RI Komisi VIII Mohammad Saleh, Direktur Mitigasi Bencana BNPB, BPBD Provinsi Bengkulu, Kalaksa BPBD Kota Bengkulu Will hopi, serta berbagai pihak terkait dan undangan lainnya.

Selama acara, dilakukan penyerahan dokumen Renkon Gempa Bumi dan Tsunami kepada Wakil Walikota Dedy. Kegiatan ini juga melibatkan penandatanganan Komitmen Bersama dalam Penyusunan Renkon Gempa Bumi dan Tsunami.

Wakil Walikota Dedy, dalam wawancaranya, menekankan bahwa Sosialisasi Rencana Kontingensi (Renkon) Bencana Gempa Bumi dan Tsunami merupakan bagian dari usaha pemerintah untuk mengurangi risiko bencana dan meminimalisir dampaknya. Dedy menyatakan bahwa upaya ini bertujuan untuk mengurangi jumlah korban jiwa saat bencana terjadi dan memastikan bahwa warga tidak perlu menyesal atau merasa takut tinggal di Kota Bengkulu yang rawan bencana. Menurutnya, penting bagi masyarakat untuk memahami konsep mitigasi bencana, dan dia juga mengusulkan peningkatan edukasi terkait bencana sejak usia dini.

Dedy juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah memerintahkan Dinas terkait untuk memberikan edukasi kepada anak-anak dari tingkat pendidikan usia dini hingga SMA. Dia juga menyarankan agar dilakukan simulasi secara berkala, yaitu setiap 3 atau 6 bulan, guna menjaga kewaspadaan mengingat daerah tersebut rawan bencana.

Mengenai masalah banjir, Dedy menekankan perlunya kolaborasi dari berbagai pihak untuk menyelesaikan masalah ini secara holistik. Dia menegaskan bahwa penanganan banjir memerlukan pendekatan yang komprehensif, bukan hanya tindakan parsial. Dedy mengatribusikan banjir di Bengkulu sebagai dampak dari berkurangnya tutupan hutan akibat deforestasi yang signifikan dan eksploitasi penambangan batu bara. Dia menekankan bahwa penanganan masalah banjir harus melibatkan semua stakeholder dan menggabungkan langkah-langkah konkret yang sesuai dengan kewenangan masing-masing.

"Intinya kita harus bersinergi dan berkolaborasi serta duduk bersama. Siapa melakukan apa. Pemkot melakukan apa, pemkab melakukan apa, pemprov melakukan apa. Kalau sudah duduk bersama dan mencari solusi tentu jadi langkah konkret bisa diambil secara bersama, sehingga banjir di Kota Bengkulu maupun di kabupaten dapat teratasi," terang Dedy.

Penulis : Andre Putra 
Editor : Daddy