Indonesiainteraktif.com, Pekanbaru -- Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Riau sukses menggelar Seminar Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang dirangkai dengan Masa Penerimaan Anggota (Mapenta) Raya. Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta, mulai dari tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, organisasi lintas agama, hingga perwakilan Komisariat Cabang se-Riau.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu dr. Ronald Jeckson Sinaga, Sp.OG dari RS Santa Maria, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3AP2KB) Provinsi Riau. Acara dipandu oleh Wakil Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Komda Riau, drg. Nodika Herda Tri Utami.
Adminkes Ahli Madya Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulfahera, dalam kesempatan itu mengapresiasi penyelenggaraan seminar tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat sangat penting untuk meningkatkan promosi kesehatan di Provinsi Riau. Zulfahera menekankan peran strategis perempuan dalam membangun ketahanan keluarga. Ia juga mendorong peserta memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKD) yang tersedia di fasilitas kesehatan.

“Silakan memeriksakan kesehatan di Puskesmas terdekat. Kesehatan adalah investasi penting bagi kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi Riau, Fariza, menyampaikan bahwa isu perempuan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama kesenjangan ekonomi.
“Pendapatan antara laki-laki dan perempuan bisa berbeda hingga 200 persen. Ini menunjukkan tantangan besar yang masih kita hadapi,” tegasnya.
Fariza juga menyoroti tingginya laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang diterima unit layanan Polda Riau. Ia menambahkan bahwa peran ayah sangat penting dalam pembentukan karakter anak.
“Seorang ayah adalah role model. Karakter anak sebagian besar dibentuk dari apa yang ia lihat dari seorang ayah,” ujarnya.
Ketua Panitia, Johannes Gultom, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni penerimaan anggota baru tetapi juga wadah untuk memperkuat kontribusi Pemuda Katolik pada isu sosial di daerah.
“Ini momentum untuk memperkuat peran Pemuda Katolik dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” katanya.
Ketua Pemuda Katolik Komda Riau, Agustinus Dian Barnawan, menegaskan komitmen organisasi terhadap isu perempuan. Ia mencontohkan bahwa Pemuda Katolik pernah dipimpin perempuan selama dua periode oleh Carolin Margaret Natasha.
“Banyak Komda dan Komcab di Indonesia kini dipimpin perempuan. Bahkan dalam SAGKI 2025, perempuan menjadi figur penting dalam arah gerak Gereja,” ungkapnya.
Dian juga menjelaskan bahwa Oktober–November merupakan bulan kaderisasi nasional Pemuda Katolik. Mapenta yang tahun ini dilaksanakan secara terpusat di tingkat Komda bertujuan memastikan proses kaderisasi berjalan optimal. Ia berharap para peserta Mapenta dapat aktif berkontribusi di Komisariat Cabang masing-masing.
“Kami siap bersinergi dengan seluruh Komcab untuk memberdayakan kader, sesuai slogan Ketua Umum: Grow Further and Level Up,” jelasnya.
Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Riau, Alimasa Gea, juga memberikan apresiasi. Ia menyebut pemberdayaan perempuan merupakan prinsip yang sudah lama hidup dalam iman dan tradisi Gereja.
“Dalam sejarah kitab suci, banyak perempuan hebat terlibat dalam karya keselamatan. Gereja sejak awal menegaskan perempuan sebagai partner laki-laki dalam berkarya,” ujarnya.
Ia berharap seminar ini memberikan manfaat luas bagi peserta dan memperkuat peran perempuan dalam masyarakat. (adv)