Pengemudi Fortuner Yang Viral Bukan Anggota TNI/Polri

Surat perjanjian perdamaian seorang pengendara mobil Fortuner warna putih dengan plat nomor BD 111 DD yang melawan arah dan sempat viral diberbagai media sosial (Dok/Indoaktif/ii-001)

Indonesiainteraktif.com, Bengkulu - Setelah video seorang pengendara mobil Fortuner warna putih dengan plat nomor BD 111 DD yang melawan arah dan sempat viral diberbagai media sosial, Polda Bengkulu langsung melakukan langkah cepat untuk mengungkap identitas dari pemilik kendaraan tersebut.

Kapolda Bengkulu Irjen Pol Drs. Guntur Setyanto, M.Si., Melalui Kabid Humas Kombes Pol Sudarno, S.Sos., M.H., hari ini (22/11/2021) mengungkapkan bahwa pengendara mobil Fortuner yang berkata akan menembak tersebut setelah dilakukan penyelidikan diketahui bukanlah personil TNI ataupun Polri.

”Ketika traking kita temukan bahwa pengendaranya bukanlah anggota,” ungkap Kabid Humas Polda Bengkulu.

Dijelaskan oleh Kabid Humas Polda Bengkulu, setelah dilakukan traking oleh Kasat Reskrim Polres Bengkulu bersama Kasat Lantas Polres Rejang Lebong (RL) diketahui identitas pengendara mobil yakni bernama Mikey Rokmansyah (33) warga Kelurahan Panorama kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu sedangkan untuk pengendara yang memvideokan diketahui bernama Gandi Tua Yosep Sidabutar ( 25 ) warga kelurahan Pegadungan kecamatan Kali Deres jakarta.

”Ketika kita cek dari plat kendaraan diketahui bahwa pemiliknya seorang wanita warga Kabupaten RL,” ungkap Kabid Humas Polda Bengkulu.

Kabid Humas mengatakan, saat ini kedua belah pihak telah dipanggil untuk diklarifikasi serta mediasi di Polres Bengkulu.

Dari mediasi yang dilakukan disepakati beberapa point antara kedua belah pihak diantaranya Pihak pertama dan pihak kedua saling memaafkan, pihak pertama dan pihak kedua akan membuat video klarivikasi atas video yang telah viral tersebut, Pihak pertama dan pihak kedua akan menyelesaikan permasalahan tsb secara kekeluaegaan serta tidak akan menuntut di kemudian hari.

”Permasalahan ini sepenuhnya sudah selesai, ini cuma salah paham,” pungkas Kabid Humas Polda. (Indoaktif/ii-001)