
Gubernur Rohidin Mersyah saat melantik Satgas Anti Narkoba (SANS) pada SMAN 1 Kepahiang
Indonesiainteraktif.com - Kepedulian Rohidin Mersyah - Rosjonsyah terhadap bahaya narkoba patut diacungi jempol. Mereka tidak ingin narkoba merusak anak bangsa khususnya generasi muda.
Rohidin Mersyah menjamin tidak ada anggota tim nya yang terlibat narkoba apalagi menjadi pengedar narkoba. “Bagaimana kita bisa memberantas narkoba kalau dilingkungan kita sendiri banyak pecandu dan pengedar narkoba,” kata Rohidin dalam satu kesempatan. Bisa-bisa tim yang lain akan ikut mengkonsumsinya.
Seperti berteman dengan pandai besi, akan kecipratan apinya mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak kamu akan mendapatkan bau asapnya yang tidak sedap. Begitu juga berteman dengan pencandu atau pengedar narkoba, kamu alan terlibat menjadi pecandu atau pengedar narkoba juga.
Sebuah status menyentuh dari Tatang Sukmar yang diposting di facebook pada Jum’at (4/12/2020) dapat menjadi perunjuk dalam sebuah pertemanan.
“Sekawanan Burung.
Burung akan akrab dengan burung sejenis. Ayam bermain bersama ayam. Babi berkeliaran bersama dengan rombongan babi. Anjing mencari makan, berburu bersama anjing lainnya. Semut tinggal di lubang bersama semut lainnya. Begitulah dunia binatang, dia akan berkumpul dan akrab ketika banyak kesamaan.
Begitu juga kehidupan manusia. Dia akan berteman, berkumpul, akrab ketika ada kesamaan. Kesamaan dalam apa? Kesamaan dalam pekerjaan, bisa juga kesamaan dalam hobi, kesamaan dalam organisasi, kesamaan dalam bisnis, dan lain sebagainya,” tulis Tatang Sukmar.”

Begitu juga pecandu dan pengedar narkoba, mereka akan berteman, bersahabat dan berkumpul dalam lingkungan yang sama. Pecandu narkoba tidak mengenal umur, strata sosial, pendidikan dan jabatan.
Pada debat terkahir Pemilihan Gubernur Bengkulu Jum’at malam kemarin, ada enam sesi dan masing masing sesi memiliki tema, dan setiap tema memiliki pertanyaan-pertanyaan yang akan dilontarkan kepada masing-masing paslon.
Yang tak kalah krusialnya adalah pada saat sesi debat yang mengusung tema disabilitas dan narkoba.
Paslon no urut 2 Rohidin-Rosjonsyah menyampaikan bahwa ada hal yang sangat krusial dan mendasar terutama pada permasalahan terhadap kaum disabilitas, paslon no 2 meyakini bahwa peran perintah harus maksimal dalam pembinaan dan Penanganan harus dilakukan secara menyeluruh dari multi aspek, tidak boleh sektoral, harus di berikan pemahaman secara mental dan akses sumberdaya, dan pelatihan-pelatihan yang diperuntukkan untuk kaum disabilitas, serta harus adanya penyamaan hak. Di segala lini kehidupan baik di pemerintahan maupun pada masyarakat luas. Tidak adanya dikotomi oleh masyarakat apalagi perlakuan diskriminatif terhadap penyandang disabilitas.
"Kita harus betul-betul memperhatikan kesejahteraan penyandang disabilitas, harus adanya penguatan terutama pada sumberdaya dan kita bentuk pelatihan yang sebisa mungkin menyesuaikannya dengan minat masing-masing penyandang disabilitas" ungkap Rohidin saat Menanggapi pertanyaan moderator.
Kemudian pada tema narkoba,
Paslon no urut 2 menyampaikan langkah-langkah preventif agar generasi kedepan terutama masyarakat terhindar dari bahaya narkoba adalah dengan penguatan pada keluarga tentang bahaya narkoba, narkoba bisa merusak regenerasi penerus bangsa. Maka Pembrantasan dan pencegahan serta penegakan hukum terkait narkoba harus di upayakan maksimal, peran keluarga, sekolah dan masyarakat harus di lakukan secara masif dan maksimal serta secara penguatan secara kelembagaan harus lebih digiatkan" tutur paslon no 2. Rohidin-Rosjhonsyah.
"Harus ada penegakan hukum secara tegas, bila perlu dilakukan secara simultan agar peredaran narkoba tidak meluas dan merusak anak-anak kita" tegas Rohidin Mersyah.
Sementara, Ketua Satgas Anti Narkoba Sekolah(SANS) Dedi Heriady ikut memberikan komentarnya.
“Bagaimana kita bisa memberantas narkoba kalau kita sendiri berteman dan hidup dilingkungan para pecandu dan pengedar Narkoba,” pungkas Dedi SANS.
(II/Hy)