Saturasi Oksigen Rendah, Happy Hypoxia dan Covid-19 Hampir Menyebabkan Saya Kehilangan Nyawa

Herawansyah


 

Herawansyah

Saturasi oksigen 90, terus menurun

 

Indonesiainteraktif.com - Saat terpapar Covid-19 yang cukup parah beberapa waktu lalu (30/5/2021) dan langsung dirawat di RSHD Kota Bengkulu, saturasi oksigen saya terus menurun. Karena saturasi oksigen yang terus menurun mengarah di bawah 90, maka saya harus diungsikan (dirujuk) dari RSHD Kota Bengkulu ke RSMY Provinsi Bengkulu pada hari Kamis (3/6/2021) yang peralatannya lebih lengkap. Pada hari Rabu (9/6/2021) saya dinyatakan negatif Covid-19 dan pada hari Jum’at (11/06/2021) saya sehat dan pulang ke rumah.

Saat di RSHD Kota Bengkulu maupun RSMY Provinsi Bengkulu, saya sering mendengar dokter maupun perawat berbicara tentang saturasi oksigen, yang akhirnya membuat saya ingin tahu tetang saturasi oksigen ini. 

Saya sempat bertanya kepada perawat di RSHD Kota Bengkulu. “Emang kalau saturasi oksigen saya turun, apa yang akan terjadi pada diri saya ?, apakah saya bisa mati ?,” tanya saya.

Perawat itu kaget dan menjawab pertanyaan saya tersebut. “Bisa sangat berbahaya pak,” katanya dengan jawaban yang pendek.

Walaupun saya dirawat di rumah sakit, iphone saya nggak pernah jauh dari saya. Setiap ada hal-hal baru yang saya dengar cukup aneh, saya selalu mencari tahu melalui situs pencari  www.google.com yang ada di iphone saya.

Ternyata Covid-19 merupakan infeksi pada saluran pernapasan yang bisa menyebabkan saturasi oksigen rendah, dan ini bisa saja menyebabkan kematian. Berarti saat terpapar Covid-19 lalu saya hampir mati ??? Waduh !!!.

Saturasi oksigen merupakan ukuran persentase oksihemoglobin atau hemoglobin yang terikat oksigen dalam darah. Saturasi oksigen juga menjadi parameter penting untuk menentukan kandungan oksigen darah dan pengiriman oksigen.

Setiap molekul hemoglobin mengandung empat kelompok heme yang dapat dengan mudah mengikat molekul oksigen yang ada dalam darah. Dengan kata lain, satu molekul hemoglobin dapat mengikat hingga empat molekul oksigen selama pengangkutan dalam darah.

Untuk orang dewasa, kisaran normal satuasi oksigen arteri (SpO2) adalah 95 – 100 persen. Untuk memantau nilai saturasi oksigen pasien Covid-19, bisa memanfaatkan pulse oximeter, yakni alat tes yang khusus digunakan untuk mengukur tingkat oksigen dalam darah.

Ketika seseorang memiliki kadar oksigen dalam darah yang terlalu rendah, ia mungkin akan mengalami beberapa gejala.

Dilansir dari Healthline, gejala tersebut termasuk sesak napas, nyeri dada, kebingungan, sakit kepala, dan detak jantung cepat.

Jika saturasi oksigen kurang dari 90 persen maka dianggap rendah dan membutuhkan tambahan oksigen eksternal. Sejak masuk RSHD Kota Bengkulu, aliran oksigen tidak pernah lepas dari hidung dan mulut saya. Dua aliran oksigen dari hidung dan mulut saya tersebut membantu saya bernafas. 

 

Bahaya Saturasi Oksigen Rendah

Saturasi oksigen yang rendah bisa memicu hipoksemia, yaitu kondisi di mana tubuh tidak dapat mengirim oksigen ke semua sel, jaringan, dan organ. Apabila ini terjadi maka dapat menyebabkan kematian.

Saturasi oksigen yang rendah dapat menyebabkan berbagai gejala berikut:

  • sesak napas
  • sakit kepala
  • kegelisahan
  • pusing
  • pernapasan cepat
  • nyeri dada
  • kebingungan
  • tekanan darah tinggi
  • Kurang koordinasi
  • gangguan penglihatan
  • perasaan euforia
  • detak jantung cepat.

Selain gejala di atas, hipoksemia juga bisa memicu stroke, terutama saat suplai oksifen ke otak berkurang. Kondisi ini juga bisa memicu serangan jatung dan matinya sel serta jaringan pada tubuh.

 

Kondisi Yang Memicu Turunnya Saturasi Oksigen

Selain Covid-19, ada beberapa penyakit yang bisa memicu turunnya saturasi oksigen. Berikut penyakit yang bisa menyebabkan turunnya saturasi oksigen :

1. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

Kondisi ini merupakan kumpulan penyakit paru-paru kronis yang membuat kita sulit bernapas.

2. Pneumotoraks

Penyakit ini menyebabkan kolaps sebagian atau total paru-paru.

3. Anemia

Anemia merupakan kondisi di mana sel darah merah di tubuh berkurang sehingga suplai oksigen juga berkurang

3. Emboli paru

Emboli paru terjadi ketika ada gumpalan darah yang memicu penyumbatan pada arteri paru-paru.

4. Cacat jantung bawaan

Kondisi ini merupakan gangguan pada jantung yang terjadi saat lahir

5. Penyakit jantung

Penyakit jantung merupakan sekelompok kondisi yang mempengaruhi fungsi jantung.

 

Happy Hypoxia

Saat terpapar Covid-19, saya merasa biasa-biasa saja, saya tidak merasa sesak nafas tetapi nafsu makan saya tidak ada, lapar pun tidak (ini yang menyebabkan saya kehilangan 10 kg berat badan saya). Saya hanya ingin tidur saja. Jadilah saya tidur sepanjang hari di rumah sakit. Setelah keluar rumah sakit dan membaca beberapa buku, saya menduga bahwa saya telah menderita happy hypoxia.

Gejala tersebut muncul sebagai sinyal organ vital seperti ginjal, otak, dan jantung kinerjanya mulai bermasalah karena kekurangan oksigen.

Pada happy hypoxia seperti yang dialami sejumlah pengidap Covid-19, pasien awalnya terlihat baik-baik saja kendati sedang kekurangan oksigen.

Penyebab happy hypoxia pada penderita Covid-19 utamanya karena pengentalan darah atau koagulasi yang meluas di jaringan pembuluh darah paru-paru. Kondisi ini menyebabkan peradangan dalam tubuh karena infeksi virus SARS-CoV-2.

Pantaslah saat dirawat di RSMY Provinsi Bengkulu oleh perawat, setiap hari saya disuntik di sekelilingn pusar. Ternyata untuk mencegah pengentalan darah di tubuh saya.

Ketika tubuh mengalami peradangan, protein seluler akan membentuk bekuan darah sebagai respons alami kekebalan tubuh.

Apabila berlebihan, sel di jaringan paru-paru tidak bisa menerima pasokan oksigen yang memadai.

Kondisi happy hypoxia yang tidak segera ditangani dapat berbahaya. Pasalnya, pengentalan darah tidak hanya terjadi di paru-paru, tapi bisa merembet ke organ vital lain seperti ginjal dan otak yang bisa menyebabkan kematian.

Alhamdulillah, hingga hari ini saya masih diberi kesempatan hidup oleh Allah, masih sehat-sehat saja. Kondisi tubuh kembali normal, makan normal, ibadah dan aktivitas sehari-hari lancar, masih bisa nyopir mobil hingga ratusan kilo meter, masih bisa berpikir dengan normal, masih bisa mengajar mahasiswa saya dengan baik bahkan masih bisa menulis tulisan ini. Semuanya karena Allah.

Kalau saat terpapar dulu saya isolasi mandiri (isoman) tanpa mendahului Allah, seharusnya saya sudah mati. Saya hanya berharap kepada Allah agar sehat saya ini merupakan kesempatan hidup saya yang kedua, untuk hidup lebih baik lagi. Tetapi kalaupun saya harus mati juga ahirnya, saya yakin bukan karena penyakit yang disebabkan  Covid-19, tetapi karena ajal saya telah tiba dan saya pun mengiklaskannya.

Allah Maha Besar !!! Saya serahkan semua hidup dan mati saya serta masa depan saya  hanya kepada Allah. (DOCTOR-HRX]


Dr. Ir. H. Herawansyah, S.Ars., M.Sc., MT, IAI
Pemimpin Umum/Pemimpin Perusahaan Indonesiainteraktif.com
 

Herawansyah

Rumah Sakit M. Yunus (6/6/2021)

 

Herawanayaj

Insya Allah sehat terus, kegiatan jurnalistik ke Kabupaten Mukomuko (8/7/2021)