AMN Mantan Gubernur Bengkulu dan RSAM Jadi Tersangka Cek Kosong

Mantan Gubernur Bengkulu AMN dan mantan anggota DPR RI RSAM yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya

 

Indonesiainteraktif.com, Bengkulu - Akhirnya AMN  mantan Gubernur Bengkulu dan RSAB mantan anggota DPR RI telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian pada tanggal 30 September 2021 berdasarkan LP tanggal 17 Maret 2021 atas laporan dari PT TAC (Tirto Alam Sindo) yang dilayangkan Maret 2020 lalu. Informasi terkini ini diterima investigator Indonesiainteraktif.com dari Andreas, SH, advokat, legal consultant and litigation Jakarta malam ini (23/11/2021) jam 20.20 WIB..

Kuasa hukum PT TAC, Andreas mengatakan bahwa awalnya kliennya mendapatkan tawaran bisnis bersama di tahun 2019.

Saat itu, Gubernur Bengkulu periode tahun 2005-2011 itu mengaku memiliki Hak Pengusahaan Hutan (HPH).

"Jadi tahun 2019 bulan Juni atau Juli, AG ajak bisnis klien saya dalam bidang perkayuan. Karena si AMN mengaku punya HPH," ujarnya dihubungi Senin (23/11/2021).

Saat itu, klien Andreas memiliki pabrik, alat berat, dan kendaraan berat.

AGN pun meminta klien Andreas menjual pabrik, alat berat, dan kendaraan berat kepadanya dengan nilai Rp32,4 Miliar.

Keduanya pun resmi bekerjasama dan membentuk perusahaan bersama bernama PT Citra Karya Inspirasi (CKI).

Dimana 52,5 persen saham milik PT TAC dan 47,5 persen saham milik PT Anugerah Pratama Insipirasi (API) milik AMN.

Kesepakatan itu kata Andreas berlangsung di kawasan Jakarta Selatan. Dimana nilai jual beli mencapai Rp33 Miliar.

"Dari nilai Rp33 Miliar mereka baru DP sebesar Rp2,9 Miliar," jelasnya.

Sisanya Rp30,5 Miliar pihak AMN meminta tenggat waktu dua sampai tiga bulan. Kemudian, sisa pembayaran dibayar AMN dengan cek senilai Rp20 Miliar dan Rp10,5 Miliar.

Namun setelah dua cek tersebut jatuh tempo dan masuk ke bank, ada surat keterangan penolakan.

Akhirnya pihak AMN mentransfer sebagian uang tersebut. Namun masih tersisa Rp28,8 Miliar kewajiban PT API yang belum dibayarkan.

Atas ditetapkannya AMN sebagai tersangka, Andreas mengucapkan penghargaan kepada Polri.

“Saya sangat menghargai tindakan polisi selama ini dan mengapresiasi kinerja mereka dimana proses tersebut berjalan sangat fair dan tegak lurus, sekalipun saya duga ada pihak-pihak tertentu yang coba mengintervensi proses ini,”

kata Andreas advokat muda yang berkantor di jalan Fachrudin Tanah Abang Jakarta melalui sambungan telepon.

Andreas menyayangkan dan mempertanyakan mengapa tidak dilakukan penahanan walaupun hal tersebut merupakan wewenang penyidik kepolisian.

“Saya hanya menyayangkan dan mempertanyakan mengapa polisi tidak menahan kedua tersangka walaupun itu adalah kewenangan penyidik kepolisian,” pungkas Andreas.

AMN seorang Gubernur legendaris Bengkulu. Semoga beliau mampu melewati semua ini (S1001).

 

AMN

Surat Penetapan Tersangka RSAM
AMN


Surat Penetapan Tersangka AMN