Badan Anggaran DPRD Riau Terima Kunjungan Badan Anggaran DPRD Sumatera Barat

 

Indonesiainteraktif.com, Riau – Badan Anggaran DPRD Provinsi Riau menerima studi banding Badan Anggaran DPRD Provinsi Sumatera Barat berkenaan dengan Ranperda APBD thn 2021, bertempat di ruang rapat Medium, Rabu (18/11/2020).

Di Kantor DPRD Provinsi Riau, kunjungan Badan Anggaran DPRD Provinsi Sumatera Barat ini diterima oleh Dani M. Nursalam selaku anggota Banggar DPRD Provinsi Riau dan didampingi oleh Samto, selaku Kepala Bagian Persidangan dan Risalah Sekretariat DPRD Provinsi Riau beserta staf ahli.

Dalam kunjungan tersebut, hadir pula Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, H. Irsyad Syafar dan anggota Badan Anggaran lainnya serta didampingi olehSekretaris  DPRD Provinsi Sumatra Barat, Raflis beserta staf lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, Irsyad Syafar memaparkan bahwa di Pemerintah Provinsi Sumatra Barat sedang melakukan penyusunan/pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun 2021. Menurut Irsyad Syafar bahwa pandemi  covid-19 sangat berpengaruh pada  anggaran tahun 2021. Berdampak pula dengan pendapatan daerah (PAD) sektor ekonomi UMKM pertumbuhan ekonomi nasional karena penanganan covid 19 sangat berpengaruh pada ekonomi daerah Sumatera Barat.

Membalas pemaparan dari Badan Anggaran DPRD Provinsi Sumatera Barat, Dani M. Nursalam selaku anggota banggar menjelaskan RKPD Provinsi Riau Tahun 2021 ditetapkan tanggal 27 Juli 2020 sesuai Peraturan Gubernur Riau Nomor 43 Tahun 2020 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Riau Tahun 2021. Pasal 6 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2020 mengatur bahwa dalam hal RKPD belum ditetapkan sampai dengan bulan Juni tahun 2020, adapun RKPD Provinsi Riau Tahun 2021 yaitu mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial melalui pengembangan industri, pertanian, pariwisata yang mendorong perdagangan dan jasa.

Selanjurnya, menurut Dani M. Nursalam, pertumbuhan ekonomi Riau triwulan III 2020 terhadap triwulan lll 2019 masih mengalami kontraksi sebesar 1,67 persen. Dan kebijakan penyusunan RKUA dan RPPAS Provinsi Riau tahun 2021 menganut sistem surplus anggaran.

 

(Riau/Hy)