Indonesiainteraktif.com, Lubuk Basung - Bupati Agam Dr. Andri Warman, M.M., menyerahkan bantuan biaya hidup Program Agam Maju Generasi Pintar tahun 2023 di rumah dinasnya, Selasa (17/10/2023).
Bantuan biaya tersebut, diberikan Bupati Agam kepada para mahasiswa Agam yang kuliah di wilayah Sumatra Barat (Sumbar) sebesar Rp750 ribu perbulan. Selanjutnya, kepada mahasiswa yang kuliah di luar Sumbar dalam pulau Sumatra berjumlah Rp1 juta perbulan dan berkuliah diluar pulau Sumatra Rp1.250 ribu perbulan.
Pada kesempatan tersebut, Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Isra mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan, untuk mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masyarakat Agam. Ia menjelaskan, sasaran program Agam maju generasi pintar adalah para mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Tahun 2023 ini ditetapkan penerima bantuan ini sebanyak 151 orang yang terdiri dari 121 orang bersumber dari APBD Pemkab Agam pada bagian kesejahteraan dan 30 orang bersumber dari dana BAZNas Kabupaten Agam,” jelasnya.
Isra menambahkan, kegiatan serupa pernah diberikan pada tahun 2022 sebanyak 124 orang dan tahun 2021 tercatat sebanyak 111 orang.
“Adapun jumlah total penerima bantuan ini selama tiga tahun berjalan yakni 386 orang. Untuk 2023 mahasiswa yang berkuliah di Sumbar berjumlah 113 orang, di luar Sumbar dalam pulau Sumatra sebanyak 25 dan mahasiswa yang berkuliah di luar pulau Sumatra sebanyak 13 orang,” imbuhnya.
Sementara Bupati Agam berharap program ini akan menjadi pemacu semangat bagi para generasi muda Agam untuk lebih giat dalam menimba ilmu.
“Mudah-mudahan program ini dapat membantu meringankan beban dan memberikan motivasi yang baik bagi ananda semua generasi muda penerus Agam yang sedang menuntut ilmu."
"Dengan begitu kita harapkan ini dapat berdampak positif kepada nilai ananda,” harapnya.
Pihaknya berpesan kepada seluruh mahasiswa agar selalu menuntut ilmu dan memperkaya wawasan agar nantinya visi dan misi Pemkab Agam dalam melahirkan SDM yang unggul bisa tercapai. Kegiatan itu diikuti oleh 302 peserta yang terdiri atas orangtua dan mahasiswa penerima program bantuan. (Warman).