Burhanudin Muhtadi : Kunjungan Budiman Sujatmiko Untungkan Prabowo

Kunjungan Budiman Sujatmiko Untungkan Pranowo (Foto : Media Gerindra)

 

Aa

 

Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meninjau panen raya padi dan berdialog dengan petani di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Kamis (9/3/2023) (Foto : Abrar)

 

Indonesiainteraktif.com, Jakarta -- Hal yang mengagetkan dalam perpolitikan Indonesia terjadi pada Selasa malam (18/7/2023). Budiman Sujatmiko Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyambangi kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Probowo Subianto di Kertanegara No. 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Prabowo mengaku tersanjung menerima kunjungan Budiman. Sebagai sosok yang dulu pernah berseberangan, Prabowo mengatakan dirinya sangat menghormati kedatangan Budiman. Keduanya mengungkapkan memiliki visi yang sama terkait persatuan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Saya mendapat kehormatan kunjungan dari saudara Budiman Sudjatmiko bersama beberapa kawan-kawannya. Tadi cukup lama berdiskusi, kita mempunyai kesamaan visi, kesamaan pandangan,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan, pertemuan yang berlangsung hampir dua jam itu membahas berbagai persoalan bangsa. Salah satunya terkait pentingnya persatuan bagi Indonesia dalam menghadapi ancaman krisis global.

“Di tengah keadaan global saat ini, tantangan yang kita hadapi semakin berat. Kondisi geopolitik, persaingan antar negara besar, membawa dampak bagi Indonesia. Perang di Ukraina membuat harga pangan, harga pupuk dunia naik. Kita sudah menjadi bumi yang kecil di mana satu sama lain berhubungan dan ada ketergantungan. Indonesia perlu persatuan, persatuan ini tidak boleh dianggap enteng,” kata Prabowo.

Senada dengan Prabowo, Budiman mengatakan bangsa ini perlu persatuan kaum nasionalis. Seluruh elemen di negeri ini harus saling dukung dan bergandengan tangan untuk bersama-sama menjaga Indonesia.

“Setelah saya bertemu beliau, saya merasa bangsa ini perlu persatuan kaum nasionalis. Kita butuh saling dukung, butuh kebersamaan karena Indonesia harus dijaga bareng-bareng,” kata Budiman.

Berkenaan dengan kunjungan Budiman Sujatmiko ke Kertanegara, Burhanudin Muhtadi, menyatakan bahwa kunjungan Budiman Sujatmiko merupakan bukti dukungan Presiden Jokowi kepada Pranowo.

“Kalau kita lihat bahwa jarak Mas Budiman itu nol kilometer dengan Presiden Jokowi, saking dekatnya. Apapun yang Pak Jokowi sampaikan ke publik sebelumnya pasti sudah di dengar, dirasa oleh Budiman Sujatmiko. Jadi sepertinya lirikan mata Presiden Jokowi ke Prabowo mulai menular ke orang-orang terdekatnya, seperti Budiman Sujatmiko,” kata Burhanudin.

Lanjut Burhanudin, “Jangan lupa, selain dekat dengan Presiden Jokowi, Budiman Sujatmiko ini dekat juga dengan Ibu Megawati. Tapi Ibu Mega sendiri sudah memberi keputusan bahwa partainya mendukung seorang Ganjar Pranowo. Jadi sepertinya kunjungan Budiman Sujatmiko ke Prabowo Subianto lebih menunjukkan kedekatan beliau dengan Presiden Jokowi. Dan saat yang sama pernyataannya sendiri seperti “rinso politik” yang “coba membersihkan kaitan masa lalu Prabowo Subianto dengan Budiman Sujatmiko maupun masa-masa orde baru.”

“Jadi ini (kunjungan Budiman Sujatmiko ke kediaman Prabowo Subianto) jelas sangat menguntungkan Prabowo Subianto dan sangat merugikan Ganjar Pranowo,” pungkas Burhanudin Muhtadi.

Dr. Ir. H. Herawansyah, S.Ars. M.Sc., MT., IAI, alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FIsip) Universitas Airlangga menyatakan bahwa kunjungan Budiman Sujatmiko ke kediaman Prabowo Subianto tentu bukan tiba-tiba.

“Saya meyakini apa yang dilakukan oleh Budiman Sujatmiko ini juga kerkenaan dengan elektabilitas Prabowo Subianto yang terus meningkat dibandingkan dengan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Dari awal saya melihat bahwa Presiden Jokowi itu lebih mengarahkan terbentuknya pasangan Prabowo Subianto sebagai calon  Presiden dan Ganjar Pranowo sebagai calon Wakil Presiden,” ungkap Herawansyah.

Lanjut Herawansyah,” coba kita ingat saat kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meninjau panen raya padi dan berdialog dengan petani di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Kamis (9/3/2023). Berdasarkan foto yang dibagikan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Jokowi juga mengajak Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Bahkan di sela kegiatan itu, Jokowi sempat berfoto bersama dengan Prabowo dan Ganjar. Dalam foto itu, Jokowi dan Prabowo terlihat mengenakan kemeja warna putih, sedangkan Ganjar mengenakan seragam dinas cokelat.  Mereka berfoto bersama petani di sawah. Ada foto yang menunjukkan Jokowi memegang handphone (HP), serta Ganjar yang memegang telepon seluler (ponsel),” ujar Herawansyah.

“Saya pikir, kalau dipasangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden dan Ganjar Pranowo sebagai Wakil Presiden maka dengan melihat umur dan fisik Prabowo pada tahun 2024 yang sudah berumur 73 tahun dan pada tahun 2029 sudah berumur 78 tahu, hal yang baik bagi PDIP untuk bersabar menunggu pensiunnya Prabowo. Apalagi Prabowo Subianto dan Megawati adalah sahabat baik. Dengan pasangan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto dan Puan Maharani maka pasangan lain akan dapat dikalahkan dengan mudah,” pungkas Herawansyah.

 

Aa

 

Pewarta : Aya Ratnarisa Sashi Kirana

Editor : RIndu Gita Tanzia Pinem, SH. MH.