Fenomena El Nino Melanda Hampir Seluruh Wilayah Provinsi Bengkulu Hingga Oktober

Fenomena El Nino Melanda Hampir Seluruh Wilayah Provinsi Bengkulu Hingga Oktober (Photo : Ilustrasi)

IndonesiaInteraktif.com, Bengkulu -- Fenomena El Nino masih akan melanda hampir seluruh wilayah Provinsi Bengkulu hingga awal Oktober mendatang. Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Billy Dwitrata Sunardi, ST berharap kepada semua pihak untuk tetap waspada. Termasuk terkait potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kita mendapat informasi bahwa sempat terjadi kebaran lahan di beberapa daerah sepanjang cuaca panas ini. Jadi memang kita harus tetap waspada, dan melakukan antisipasi,” kata Billy.

Ia kembali menyampaikan pesan agar titik-titik api atau daerah rawan terjadi kebakaran terus dipantau. Baik itu lahan maupun hutan.  Pemetaan dan antisipasi potensi bencana karhutla harus dilakukan. Diketahui hampir seluruh wilayah di Provinsi Bengkulu sangat mudah terbakar. Tingkat tertinggi ada di Kota Bengkulu, Pulau Enggano, dan Kabupaten Seluma. Disusul oleh Bengkulu Tengah, Kaur, Kepahiang, Rejang Lebong, Bengkulu Utara dan Mukomuko. Hal tersebut dapat memicu bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang marak terjadi saat ini.

“Tetap stanby-kan mobil pemadam kebakaran di daerah-daerah titik-titik potensi kebakaran tersebut. Bagi masyarakat jangan sembarangan membakar sampah di lahan rawan terjadi kebaran.,” kata wakil rakyat daerah pemilihan Seluma itu.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Fatmawati Soekarno, Intan Rahma mengatakan untuk tiga hari ke depan Provinsi Bengkulu masih dalam kondisi kering. Namun, untuk beberapa wilayah pegunungan seperti halnya Kepahiang, Rejang Lebong, dan Lebong, memiliki potensi hujan dengan intensitas ringan dari malam hingga dini hari.

“Tetapi ini untuk tiga hari ke depan masih sangat sedikit. Sebagian besar Provinsi Bengkulu, hujannya masih kurang dan didominasi panas,” terangnya, kemarin (10/9).

Selain itu, untuk tirik panas dampak dari fenomena El Nino dikatakannya, saat masih rentan terjadi hampir diseluruh Provinsi Bengkulu. Namun, per kemarin, titik-titik berwarna merah atau sangat mudah terbakar cukup minim dibanding dengan hari-hari sebelumnya.

“Beberapa wilayah, terutama yang posisinya jauh dari pantai, saat sudah masuk katagori biru atau aman,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi, S.P, M.Si mengatakan dampak kekeringan akibat Fenomena El Nino ini sudah merambat ke lahan-lahan pertanian warga di Kabupaten Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur.

“Dari laporan yang masuk ke kami, untuk Kabupaten Seluma sekitar 500 hektar mengalami kekeringan tetapi yang ekstrem sekitar 100 hektar. Kabupaten Bengkulu Selatan sekitar 300 hektar, tetapi sudah bisa tertangani. Sementara untuk Kabupaten Kaur sepertinya melanda pertanian jagung,” jelas Rosmala.

Untuk langkah antisipasi, menurut Rosmala pihaknya sudah melakukan dari bulan Juni lalu dengan mengoptimalkan fungsi Gugus Tugas El Nino serta bersinergi bersama masyarakat dan petani melakukan pemeliharaan saluran air. Selain itu, untuk antisipasi pihaknya menyiapkan alat-alat, baik berupa pompa air dan memanfaatkan embung, irigasi, dan lainnya.

“Melalui rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten, kita mengoptimalkan fungsi Gugus Tugas El Nino,” ujarnya.

Dampak El Nino diseluruh wilayah Provinsi Bengkulu, khususnya kabupaten-kabupaten terdampak, dikatakannya juga menjadi perhatian Gubernur Bengkulu, Prof. Dr. H. Rohidin Mersyah, M.MA, yang menginstruksikan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) maupun kabupaten/kota untuk terus mendampingi masyarakat petani. Melalui Brigade Alsintan yang merupakan kumpulan alat mesin pertanian untuk menggerakkan kegiatan pra tanam, tanam dan panen secara serentak.

“Semua diakomodasikan untuk Kabupaten Kota terdampak El Nino. Beberapa kabupaten yang terkena dampak sudah kita kirim alat. Kami juga mengoptimalkan kabupaten/kota untuk mengawal bersama-sama dengan petani saat ini,” tutupnya.

Penulis : Andre

Editor : Daddy