IndonesiaInteraktif.com, Bengkulu - Menjelang pelaksanaan ibadah puasa di bulan Suci Ramadhan 1444 H, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melaksanakan Sholat Isya dan Tarawih malam pertama bulan Ramadhan, di Masjid Raya Baitul Izzah, Kelurahan Padang Harapan Bengkulu, (22/3). Pada kesempatan itu, Gubernur Rohidin bertindak sebagai Khotib/penceramah Sholat Tarawih.
Melalui kegiatan seperti Sholat Isya dan Tarawih yang dipimpin oleh Gubernur Rohidin Mersyah, diharapkan dapat meningkatkan kekhusyuan dalam ibadah dan menambah pahala. Selama bulan Ramadhan, umat Islam di Bengkulu juga diharapkan untuk meningkatkan kegiatan amal dan silaturahmi dengan sesama muslim. Kegiatan seperti berbagi takjil dan makan sahur bersama dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan dan menjalin keakraban antar umat muslim di Bengkulu.
Gubernur Rohidin Mersyah juga mengajak masyarakat Bengkulu untuk senantiasa menjaga kesehatan dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada guna mencegah penyebaran Covid-19 selama bulan Ramadhan. Pemerintah Provinsi Bengkulu akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan dan kenyamanan umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya selama bulan suci Ramadhan. Diharapkan momentum bulan suci Ramadhan ini dapat menjadi titik balik bagi masyarakat Bengkulu dan umat muslim seluruh dunia untuk lebih giat dalam beribadah dan beramal.
"Semoga kita semua dapat meraih kemenangan dan keberkahan di bulan suci Ramadhan ini, serta menjadi insan yang lebih baik dan bertaqwa. Aamiin", pungkasnya
Dalam tausiyah-nya, Khotib H. Rohidin Mersyah menyampaikan bahwasanya puasa di bulan suci Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam dan diwajibkan kepada umat muslim untuk menjalankannya. Kewajiban umat islam dalam menjalankan ibadah puasa tertulis di dalam Al-Qur’an yang tercantum pada Surah Al-Baqarah ayat 183-184.
“Wahai orang-orang yang beriman diiwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Q.S Al Baqarah: 183),” sebut Khotib H. Rohidin.
Adapun makna kita menjalankan perintah puasa tersebut adalah untuk melatih diri menahan hawa nafsu dan perbuatan yang dilarang agama. Selain itu, kata Khotib Rohidin, puasa itu sebagai sarana untuk membersihkan diri, batin dan rohani, sehingga jasmani dan rohani kita menjadi sehat. Lanjutnya, dengan sehatnya jasmani dan rohani seseorang itu tentu akan kuat melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya.
“Manusia yang paling mulia di sisi Allah itu adalah manusia yang paling bertaqwa, yaitu orang yang sanggup menjalankan perintah Allah dan sanggup menjauhi larangan Allah,” tegasnya. (RGT)
Selain itu, kata Khotib Rohidin, puasa itu sebagai sarana untuk membersihkan diri, batin, dan rohani, sehingga jasmani dan rohani kita menjadi sehat. Dengan sehatnya jasmani dan rohani seseorang, tentu akan kuat melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Malam pertama Ramaadhan ini menjadi momen penting bagi umat Islam di Bengkulu untuk memulai ibadah puasa dengan penuh semangat dan ketaatan. Diharapkan, kegiatan seperti ini akan mempererat tali silaturahmi antara umat muslim dan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kepada Allah SWT.
Editor : Rindu Pinem