Hilirisasi Nikel Sebabkan Ekonomi Maluku Utara Tertinggi di Dunia

Provinsi Maluku Utara menjadi Provinsi dengan angka pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia, di tengah perlambatan ekonomi yang melanda di seluruh dunia ini disebabkan satu hal yaitu hilirisasi nikel. Dengan adanya hilirisasi nikel, nikel yang di ekspor bukan lagi bahan baku tetapi merupakan barang jadi sehingga meningkatkan nilai jual di pasar (Foto : Media Nikel Indonesia)

 

Aaa

Tambang Nikel di Indonesia (Foto: Media Nikel Indonesia).

 

Indonesiainteraktif.com, Jakarta -- Dalam Rapat Koordinasi Nasional Investasi Tahun  2022 di Jakarta pada  Rabu (30/11/2022), Presiden Joko Widodo kagum dengan pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku Utara karena pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku Utara pada kuartal III Tahun 2022 ekonomi Maluku Utara tumbuh luar biasa 26,94% (hampir 27% secara kumulatif) serta mampu menjaga inflasi tetap rendah yaitu pada level 3,3%.

Angka pertumbuhan ekonomi serta kemampuan menjaga inflasi merupakan prestasi yang luar biasa menurut Badan Pusat Statistik (BPS) dibandingkan dengan tingkat inflasi Indonesia mencapai  5,71% per tahun.

Presiden Joko Widodo dalam Rapat Koordinasi Nasional Investasi Tahun  2022 mengingatkan agar prestasi yang baik ini dapat diteruskan.

“Maluku Utara, hati-hati Maluku Utara, hati-hati saya peringatkan karena pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara itu 27% tertinggi di dunia. Nggak ada di dunia manapun pertumbuhan ekonominya sampai 27%,” kata Presiden Joko Widodo.

Lanjut Presiden Joko Widodo, “Dan yang bagus lagi waktu saya cek di pasar, inflasinya cuma 3%. Kenapa saya peringatkan ?, supaya yang benar ini terus dipertahankan, ditingkatkan lebih baik lagi,” tegas Joko Widodo.

Pencapaian yang luar biasa ini menyebabkan Provinsi Maluku Utara menjadi Provinsi dengan angka pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia, di tengah perlambatan ekonomi yang melanda di seluruh dunia ini disebabkan satu hal yaitu hilirisasi nikel. Dengan adanya hilirisasi nikel, nikel yang di ekspor bukan lagi bahan baku tetapi merupakan barang jadi sehingga meningkatkan nilai jual di pasar.

Presiden Joko Widodo sangat fokus dengan hilirisasi nikel. Melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2019 pemerintah ingin melakukan hilirisasi dengan menyetop ekspor biji nikel karena Indonesia tidak ingin dikenal sebagai pengekspor bahan mentah saja tetapi juga produk turunan dari nikel.

Namun kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia Berujung polemik karena Uni Eropa yang selama ini mengolah bahan mengah nikel akan kehilangan lapangan pekerjaan segelah dikeluarkannnya Peraturan Menteri  ESDM itu.

Karena hal tersebut di atas, Uni Eropa menggugat Indonesia ke badan dunia (World Trade Organization (WTO) setelah kebijakan hilirisasi nikel itu diterbitkan.

 

PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH DI INDONESIA TRIWULAN III TAHUN 222

 

Untuk dijadikan perbandingan angka pertumbuhan ekonomi berbagai provinsi di triwulan III-2022, Aceh 2,13%, Sumatera Utara 4,97%, Sumatera Barat 4,54%, Riau 4,63%, Jambi 5,20%, Sumatera Selatan 5,34%, Bengkulu 4,37%, Lampung 3,91%, Kepulauan Bangka Belitung 4,51%, Kepulauan Riau 6,03%.

DKI Jakarta 5,94%. Jawa Barat 6,07%, Jawa Tengah 5,28%, DI Yogyakarta 5,82%, Jawa Timur 5,58%, Banten 5,71%.

Bali 8,09%, Nusa Tenggara Barat 7,10%, NTB 3,35%.

Kalimantan Barat 6,48%, Kalimantan Tengah 6,74%, Kalimantan Selatan 5,59%, Kalimantan Timur 5,28%, Kalimantan Utara 5,39%.

Sulawesi Utara 6,62%, Sulawesi Tengah 19,13%, Sulawesi Selatan 5,67%, Sulawesi Tenggara 5,40%, Gorontalo 4,09%, Sulawesi Barat 3,39%,.

Maluku 6,01%, Maulu Utara 24,85%.

Papua Barat 3,70%, Papua 5,78%

(DIR/HRX).

 

Editor : Dr. Ir. H. Herawansyah, S.Ars., M.Sc., MT., IAI.