Kasam Menjadi Masakan Warisan Leluhur Khas Bengkulu Selatan

Kasam Menjadi Masakan Warisan Leluhur Khas Bengkulu Selatan (Photo : Andre)

IndonesiaInteraktif.com, Bengkulu -- Di Kabupaten Bengkulu Selatan ada salah satu olahan masakan warisan leluhur yang unik namun lezat. Masakan ini bernama kasam, yang merupakan olahan masakan ikan difermentasikan bersama nasi selama tiga hari. Dari fermentasi itu akan menghasilkan rasa asam, gurih, pedas yang sangat khas dari olahan makanan kasam.

Pada umumnya, ikan yang digunakan untuk masakan ini ikan air tawar dengan ukuran yang kecil seperti, seluang, ikan wader atau yang masyarakat Bengkulu Selatan biasa sebut ikan sepedak, anakan ikan nilem, anakan ikan nila, ikan mas dan masih banyak lagi ikan lainnya yang bisa digunakan untuk diolah menjadi kasam. Pemilihan ikan kecil karena lebih mudah difermentasikan bersama nasi dan bumbu lainnya. Adapun cara membuat kasam sebagai berikut :

Siapkan anakan ikan yang sudah dibersihkan terlebih dahulu, kemudian campurkan dengan bumbu kuning yang terdiri dari, lengkuas, kunyit, jahe merah, cabai merah. Kemudian, kasam akan didiamkan selama paling tidak tiga hari. Setelah itu barulah olahan kasam siap dimasak menjadi lauk khas leluhur dari Bengkulu Selatan yang memiliki rasa yang unik dan lezat.

Untuk pengolahan kasam menjadi lauk, juga biasa dibalut dengan daun talas. Dibentuk menyerupai pendap ikan, lalu dimasak gulai dengan menggunakan santan hingga santannya mengering meresap dalam olahan kasam. Sayangnya olahan hasil fermentasi dari ikan dan nasi ini sudah cukup jarang ditemui. Bahkan tak jarang, anak-anak zaman sekarang asli Bengkulu Selatan tidak mengetahui apa itu masakan kasam. Padahal, masakan ini adalah warisan dari leluhur yang patut dilestarikan.

Penulis : Andre

Editor : Daddy