Kinerja Pemerintah Kabupaten Kaur Menunjukkan Kemandirian Dan Berprestasi, Tidak Ada Alasan Digabung Dengan Daerah Lainnya

Gusril Pausi

Kinerja Pemerintah Kabupaten Kaur Menunjukkan Kemandirian Dan Berprestasi, Tidak Ada Alasan Digabung Dengan Daerah Lainnya
 

Indonesiainteraktif.com - Kabupaten Kaur dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003 yangmerupakan pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Selatan setelah memenuhi persyaratan Adminitratif, teknis maupun fisik Kewilayahan. Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kaur bahu membahu membangun daerah sehingga terciptalah Kabupaten Kaur yang mandiri dan berprestasi.

Dalam masa pilkada tahun 2020 ini, demi kepentingan sesaat pilkada, apapun bisa dipolitisir dan dibuat sebagai bahan ‘black campaign’ seolah-olah tidak ada perkembangan Kabupaten Kaur pasca pemekaran. Namun apapun ‘black campaign’ yang dilemparkan, fakta yang berbicara, bahwa Kabupaten Kaur terus membangun dan mensejahterakan rakyatnya dan tentunya karena keterbatasan sumber keuangan maka pembangunan dilakukan secara bertahap bersama masyaakat Kaur sendiri.

Berdasarkan UU tentang Otonomi Daerah, daerah dapat dihapus dan digabung dengan daerah lain apabila daerah tersebut tidak mampu menyelenggarakan Otonomi Daerah. 

Penghapusan dan penggabungan Daerah Otonom dilakukan setelah melalui proses evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Fakta bahwa berdasarkan peringkat Evaluasi Kinerja  Pemerintahan Daerah dari Kemendagri, Kabupaten Kaur selalu memperoleh peringkat pada 3 tahun terakhir :

  • 2016 meraih peringkat Ke 1 dr 10 Kab/Kota se Provinsi Bengkuku  dan peringkat 127 dari 397 Kabupaten se Indonesia.
  • 2017 meraih peringkat Ke 1 dari 10 Kabupaten/Kota se Provinsi Bengkulil, peringkat 141 dari 397 Kabupaten se Indonesia. 
  • 2018 meraih peringkat Ke 2 dari 10 Kabuoaten/Kota se Provinsi Bengkulu.

Dari fakta hasil evaluasi ini, Kabupaten Kaur dipandang cukup berprestasi dan mampu untuk menyelenggarakan Otonomi Daerah, dan tidak ada alasan untuk dihapus atau digabung dengan Daerah lainnya.

Karena pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Kaur dilaksanakan bersama-sama  bersama masyarakat Kaur sendiri maka menganggap bahwa tidak ada prestasi dan pembangunan di Kaur sangat menyakiti masyarakat Kaur karena kemajuan yang dicapai saat ini juga merupakan prestasi masyarakat Kaur tentu dibawah  pimpinan para Bupati-Bupati Kaur sebelumnya. Untuk periode 2026 - 2021, dipimpin oleh Bupati Gusril Pausi yang dalam kepemimpinannya sangat berprestasi.

Secara teori, jika dalam melaksanakan pembangunan Kaur Gusril Pausi berprestasi maka tidak ada alasan siapapun juga untuk menolak Gusril Pausi untuk didukung rakyat Kaur lagi memimpin  Kaur sebagai Bupati periode 2021 - 2024.

 

Dr. Ir. H. Herawansyah, S.Ars., M.Sc., MT, IAI

Doctor of Philosophy in Sosial Science, Airlangga University, Surabaya - Expert ini Political Science and Social Media.