Propaganda Ajakan Politik Yang Berbahaya dan Harus Ditinggalkan

Pilkadq

 

Indonesiainteraktif.com - Propaganda komunis adalah promosi saintifik, artistik dan sosial terhadap ideologi komunisme, pandangan dunia komunis dan kepentingan gerakan komunis. Meskipun istilah tersebut memiliki konotasi negatif di dunia Barat, istilah "propaganda" banyak merujuk kepada publikasi atau kampanye apapun yang ditujukan untuk mempromosikan sebab dan dipakai untuk keperluan resmi oleh kebanyakan pemerintahan berorientasi komunis. Berakar dari pemikirran marxis, propaganda komunis dipandang oleh para pencetusnya sebagai kendaraan untuk menyebarkan sorotan mereka terhadap kaum kelas tenaga kerja.

Untuk negara demokrasi yang Pancasilais seperti Indonesia, kalimat propaganda tidak sesuai diterapkan dalam program kampanye dan pemenangan calon Kepala Daerah karena berkonotasi negatif. Pembentukan tim propaganda perlu dipertanyakan karena gerakan propaganda penuh dengan pembohongan, tipu dan muslihat dalam meraih kemenangan.

Pilihan kata “propaganda” tidak sepantasnya digunakan, sebaiknya diganti dengan kata “sosialisasi”, yang halus serta bermakma demokratis, yang dilakukan  untuk memberi kesadaran dan pemahaman kepada konstituen atau prmilih untuk memilih calon kepala daerah pilihannya tanpa intervensi dan pemaksaan serta ancaman. Murni karena fakta dan kesadaran atas kinerja yang telah dilakukannya.

Dalam pilkada serentak tahun 2020 ini, kalimat propaganda masih yang menggunakannya dan ini harus disikapi dengan pemikiran yang cerdas karena sudah tidak masanya lagi untuk digunakan.

Pemilih harus berhati-hati dengan gaya kampanye propaganda ini karena sangat menyesatkan dalam meraih kemenangan, penuh dengan kebohongan dan janji-janji palsu.

Cukuplah komunis saja yang melakukan propaganda, jangan kita ...!!! Karena kita adalah bangsa yang demokratis dan Pancasilais yang bukan berpaham marxis dan komunis, yang memberikan ruang yang luas kepada rakyatnya untuk berpikir dengan menggunakan kebenaran nalar dan fakta dalam memilih calon pada pilkada serentak tahun 2020 ini.

Pilih saja siapa yang harus dipilih, lihat rekam jejaknya, lihat gaya kampanyenya, lihat janji-janjinya, kalau hanya janji-janji kosong maka tinggalkan saja.

Propaganda