Indonesiainteraktif.com , Kota Bengkulu -- Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Rosjonsyah, mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota di provinsi tersebut untuk menerapkan metode konvergensi dalam menyusun program-program penanggulangan dan pengentasan kemiskinan pada Rabu (12/7/2023). Menurutnya, konvergensi harus terjadi dalam seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, penentuan lokasi dan kelompok masyarakat yang berhak, hingga alokasi anggaran yang tepat sasaran. Hal ini bertujuan agar program-program tersebut dapat berjalan secara efektif, efisien, dan memberikan dampak nyata dalam penurunan tingkat kemiskinan di daerah.
"Meskipun Provinsi Bengkulu berhasil menurunkan angka kemiskinan daerah dari tahun 2021 ke 2022, penurunannya masih relatif kecil, yaitu sebesar 0,09 persen. Angka kemiskinan daerah turun dari 14,43 persen menjadi 14,34 persen. Oleh karena itu, program penanggulangan kemiskinan perlu disusun dengan perencanaan, penganggaran, penyaluran, dan sasaran penerima yang tepat melalui metode konvergensi." ujar Rosjonsyah.
Wagub juga memberikan pesan kepada pemerintah kabupaten dan kota agar menerapkan strategi sesuai dengan Permendagri Nomor 53 Tahun 2020 dalam penanggulangan kemiskinan. Strategi tersebut mencakup pengurangan beban pengeluaran masyarakat miskin dan peningkatan pendapatan mereka.
Penulis : Andre
Editor : Daddy