Sah !!!, KKT Bencoolen Pelaku Tunggal Ritual Tabut di Provinsi Bengkulu

Hanya KKT Bencoolen yang diakui sebagai pelaku tunggal  pelaksana ritual Tabut di Provinsi Bengkulu. Hal ini ditegaskan oleh Gubernur Bengkulu H. Rohidin Mersyah (DOC/HIK/012)

 

Indonesiainteraktif.com, Bengkulu – Hanya KKT Bencoolen yang diakui sebagai pelaku tunggal  pelaksana ritual Tabut di Provinsi Bengkulu. Hal ini ditegaskan oleh Gubernur Bengkulu H. Rohidin Mersyah dalam Rapat Koordinasi Persiapan Festival Tabut 2022, Jum’at (15/7/2022) di Ruang Rapat Balai Raya Semarak Bengkulu.

Dalam rapat tersebut juga dibahas persiapan rencana kunjungan kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI ke Provinsi Bengkulu guna meninjau Desa Wisata Belitar Seberang di Rejang Lebong yang merupakan 50 besar Desa Wisata Terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2022 dan sekaligus menghadiri Malam Pertunjukan Seni dan Budaya yang merupakan rangkaian dari Festival Tabut 2022 yang saat ini masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022 Kemenparekraf RI.

“Pemerintah hanya mengakui satu pelaku tunggal Ritual Tabut di Provinsi Bengkulu yaitu KKT Bencoolen. Sehingga setelah ini tidak ada lagi yang mengakui sebagai pelaksana ritual Tabut di Provinsi Bengkulu. Tidak ada dualisme,”’tegas Rohidin Mersyah 

Sebagaimana diketahui, Keluarga Kerukunan Tabut (KKT) Bencoolen yang dipimpin Mamu Ir. Syiafril Syahbudin adalah kelompok atau organisasi yang berbadan hukum dan diakui oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu maupun Negara RI sebagai pelaksana ritual tabut di Provinsi Bengkulu.

“Tidak ada lagi kelompok selain KKT Bencoolen yang sah dan di akui Pemerintah Provinsi Bengkulu yang memiliki landasan hukum secara resmi dan sah oleh Negara RI tersebut dan itu sudah final,” Ujar Mamu Syiafril.

KKT Bencoolen merupakan kelompok dan Organisasi yang salah satu pemilik makam leluhur yang ada di karbela,” Ungkap Syafril yang sering di panggil Mamu

Jika ada yang mengatas nama kelompok dan perkumpulan yang mengklaim kelompok Tabut itu adalah pembohongan publik,” tegas Mamu.

Menurut Mamu, Bulan Muharram tinggal menghitung hari saja dan KKT Bencoolen sudah melakukan persiapan semua kegiatan Tabut dari pembuatan bangunan Tabut maupun ritual Tabut sudah di persiapkan oleh KKT Bencoolen untuk menghadapi 1 Muharram sampai 10 Muharram tersebut.

Sejalan dengan Gubernur Bengkulu H. Rohidin Mersyah dan Mamu Syiafril Syahbudin, Penasehat KKT Bencoolen sekaligus peneliti dan “doktor tabot” Dr. H. Herawansyah Ikram sangat mendukung wadah tunggal para Keturunan Pelaksana Ritual Tabut di Provinsi Bengkulu ini. 

“Ritual Tabut tersebut merupakan rangkaian sejarah perang di Kerbala, Irak  mulai 1 sampai 10 Muharram dan itu dilakulan setiap tahun untuk mengenang perjuangan Husen bin Ali bin Abi Thalib yang dibunuh oleh pasukan Ubaidullah bin Ziyad sepupu dari Yazid bin Muawiyah bin Abu Sofyan. Ritual Tabut ini tidak boleh sembarangan dan tidak boleh dilakukan oleh orang yang tidak berhak,” pungkas Herawansyah. (HIK)