Suharto Bangkitkan Semangat Masyarakat dalam Mengembangkan dan Melestarikan Budaya Bengkulu

Suharto Membangkitkan Semangat Masyarakat dalam Mengembangkan dan Melestarikan Budaya di Kawasan Kota Tuo Pasar Bengkulu pada Selasa (4/7/2023), (Foto : Andre)

Indonesiainteraktif.com , Bengkulu -- Dalam acara Bengkulu Talkshow pada Selasa (04/07/2023) yang berlokasi di Kawasan Kota Tuo Pasar Bengkulu, tema yang dibahas sangat menarik, yaitu Pengembangan dan Pelestarian Budaya Bengkulu. Anggun, selaku pembawa acara, hadir bersama narasumber istimewa, yaitu Novy Aryansyah, Ketua Asosiasi Penggiat Seniman Bengkulu yang akrab dipanggil uncu, serta H. Suharto, S.E., MBA, Wakil Ketua II DPRD Provinsi Bengkulu. Pada kesempatan tersebut, juga turut hadir Mahyudin, Lurah Pasar Bengkulu, dan Hamli Firzon, S.Sn, Sub.Koordinator Cagar Budaya dan Permuseuman Bengkulu.

Dalam wawancara, Novy Aryansyah menjelaskan, "Sejarah Bengkulu mengandung makna nasional dan internasional. Misalnya, Benteng Marlborough yang merupakan benteng terbesar di Asia Tenggara setelah Madras, India. Selain itu, kota ini memiliki sejarah penting sebagai tempat kunjungan Presiden Soekarno pada tahun 1943. Ada juga makam Sentot yang menjadi tempat berpijak peradaban kita di masa penjajahan. Bengkulu juga kaya dengan seni dan budaya, terutama di pasar Bengkulu yang memiliki 55 sanggar seni yang aktif. Kami berharap dapat bekerja sama dengan Bapak Suharto dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya di Bungkulu." kata Novy.

Suharto menambahkan, "Saya sangat terharu dengan kekayaan alam dan keindahan di wilayah Lurah Pasar Bengkulu. Tempat ini memiliki potensi yang layak dikembangkan dan dipromosikan kepada masyarakat. Dalam pelestarian budaya, kita harus bekerja keras menghadapi masalah ni anggaran. Namun, saya yakin bahwa jika ada strategi yang tepat dan kerja sama yang baik, semua anggaran akan tersedia. Saya berterima kasih atas kehadiran sanggar-sanggar seni di pasar Bengkulu, dan saya mendorong mereka untuk terus berpartisipasi dalam kontes-kontes dan acara yang dapat melestarikan budaya kita."

Pada kesempatan tersebut Mahyudin, Lurah Pasar Bengkulu, menyampaikan tentang potensi sanggar seni yang ada di Pasar Bengkulu.

"Kami memiliki 5 sanggar seni di Pasar Bengkulu, termasuk IPEN dan Sanggar Sirandi. Selain itu, sekitar 40 sanggar lainnya aktif di Kota Bengkulu. Kami berharap agar kota tua ini dapat menampung lebih banyak kegiatan lomba seni dan terbuka bagi masyarakat luas. Provinsi Bengkulu kaya akan budaya, namun terkadang minim perhatian. Kami berusaha memelihara dan melestarikan budaya ini sebagai aset yang berharga. Kami bangga menghadapi tantangan ini dan berkomitmen untuk bekerja sama dalam memajukan seni budaya di Bengkulu." pungkas Mahyudin.

Dalam acara ini, terlihat semangat dan keinginan yang kuat untuk melindungi dan mengembangkan warisan budaya Bengkulu. Semua pihak berharap agar kerja sama yang baik dapat memajukan seni dan budaya di daerah ini untuk generasi yang akan datang.

Penulis : Andre
Editor : Daddy