Klaster Kajian Manajemen Bencana, Sekolah Pascasarjana Unand Gelar Pertemuan lImiah

Pertemuan llmiah Klaster Kajian Manajemen Bencana, Universitas Andalas.

 

Indonesiainteraktif.com, Padang - Klaster Kajian Manajemen Bencana, Sekolah Pascasarjana, mengelar acara Pertemuan llmiah bertajuk "Membangun Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Bencana" yang berlangsung di ruang seminar Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas, Jum'at (3/11/2023).

Pertemuan Ilmiah yang melibatkan beragam disiplin Ilmu tersebut, diselenggarakan oleh Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas bekerjasama dengan Asosiasi Nasional Masyarakat Tanggap Tangguh Bencana Indonesia (MaTTa Bencana Indonesia).

Acara ini akan dilaksanakan selama dua hari yaitu 3-4 November 2023 bersamaan dengan kegiatan Rapat Kerja MaTTa Bencana Indonesia. Pertemuan llmiah Kajian Manajemen Bencana ini menghadirkan empat pembicara kunci yang berasal dari instansi yang berbeda, yaitu Dr. Lilik Kurniawan, ST., M.Si., (Deputi Bidang Logistik dan Peralatan), Dr Andre H Algamar SSTP, M. Si., M. Han., (Ketua BPBD Kota Padang), Prof. Ir. Wiryono Raharjo, M. Arch., Ph.D., (Dosen Arsitektur, UII).

Selanjutnya, Prof. Dr. Eng. Fauzan, ST., M.Sc., (Ketua Pusat Studi Bencana Universitas Andalas), dan Assoc. Prof. Minako Sakai., (Dosen Senior di University of New South Wales, Canberra, Australia).
Selain pemaparan materi oleh pembicara, setiap peserta juga akan mempresentasikan abstrak mereka pada sesi paralel session. Hingga akhir pendaftaran, tercatat telah lebih dari 50 peserta dari berbagai kalangan yang mengirimkan abstrak mereka.

Ir. Benny Hidayat, ST., MT., Ph.D, selaku ketua panitia pelaksana menyampaikan, bahwa hasil dari pertemuan ilmiah ini merupakan sebuah buku ber ISBN yang disusun dari kompilasi makalah yang dipresentasikan sesuai dengan tema dan subtema yang tersedia. "Buku ini akan digunakan oleh mahasiswa di Magister Manajemen Bencana Universitas Andalas dan praktisi di bidang kebencanaan," kata Benny.

Ia menjelaskan, dalam pertemuan ilmiah ini dipresentasikan hasil penelitian, pengabdian masyarakat dalam manajemen bencana. "Makalah-makalah tersebut akan disusun menjadi sebuah buku referensi, mencakup berbagai topik dalam kebencanaan, buku yang akan digunakan oleh mahasiswa di Magister Manajemen Bencana Universitas Andalas dan praktisi di bidang kebencanaan," jelas Benny.

Ia menambahkan, acara yang diselenggarakan secara hybrid ini, bertujuan menjadi platform pertemuan akademik yang memungkinkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi untuk berbagi pengalaman riset, pengabdian kepada masyarakat, dan pengetahuan terbaik dalam manajemen kebencanaan, sembari memperkenalkan Program Magister Manajemen Bencana Unand dan
mendorong kolaborasi antara akademisi, peneliti, praktisi, dan masyarakat.

Prof. Nusyirwan Effendi selaku Ketua Direktur Pascasarjana Unand dalam sambutannya mengatakan, acara ini adalah wujud nyata dari komitmen Sekolah Pascasarjana melalui Kajian Manajemen Bencana dalam berkolaborasi dan berbagi pengetahuan guna memitigasi dampak bencana yang semakin sering terjadi di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia.

Hal senada disampaikan oleh Prof. Ir. Rudi Febriansyah, M.Sc., Ph.D, salah seorang staf pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas mengungkapkan, pihaknya ingin membangun kesamaan perspektif bahwa untuk mengimplementasikan manajemen bencana menuju tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan perlu kolaborasi saintifik, lebih dari sekedar bekerja bersama-sama dalam bentuk aksi saja.

"Tidak hanya itu, acara ini juga menekankan peran penting pertemuan ilmiah dalam konteks kebencanaan. Sebagai negara dengan beragam potensi bencana, penting bagi para pengambil keputusan untuk memiliki pemahaman mendalam, baik dalam hal keahlian praktis maupun pemahaman ilmiah," katanya.

Sementara itu, Dr. Ir. Dwi Handayani, ST., M.Sc., IPM, Ketua Umum MaTTa Bencana Indonesia menyampaikan harapannya mengenai keberlangsungan pertemuan ilmiah kebencanaan ini ke depannya. Pihaknya berharap, semoga pertemuan llmiah ini dapat berlangsung secara berkelanjutan. Forum ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi pertukaran informasi dan pemikiran dari para ahli kebencanaan, dan menjadi referensi penting bagi semua pemangku kepentingan dalam konteks kebencanaan di Indonesia.

"Dengan bersama-sama dan berkat Allah SWT, kita dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan penanganan bencana di masa depan," terang Dwi Handayani menutup.

Dihadiri oleh para akademisi, praktisi, dan peneliti yang memiliki kepedulian terhadap bencana yang sering terjadi di Indonesia. (Warman)