Mengaku Hobby Mengikat Orang, Lismidianto Ancam Pjs Kades Sumber Makmur Jadi Tukang Sapu

Lismidianto

 

 

Indonesiainteraktif.com - Seorang Kepala Daerah adalah pengayom dan pelindung masyarakat. Harus mampu mengendalikan dirinya dalam menghadapi masyarakat dengan sifat yang beraneka ragam. Harus memberi contoh teladan yang baik, mampu menahan diri dan mengendalikan emosi dalam menghadapi tekanan dan masalah, bukan dengan ancaman, apalagi hobby ‘mengikat orang.’

Dalam satu jadwal kampanye, Rabu (9/11/2020) jam 13.00 WIB, di Desa Sumber Makmur Sp. 2 Muara Sahung,  Lismidianto sempat emosi kepada Pjs Kepala Desa Sumber Makmur, karena beliau mendapat kabar bahwa Kepala Desa tersebut tidak berpihak kepada beliau bahkan akan menjadikan Pjs Kepala Desa tersebut sebagai ‘tukang sapu’ apabila beliau terpilih nanti.

Dalam sebuah rekaman yang di dapat oleh media ini, apa yang disampaikan Lismidianto sungguh miris, dan jauh dari harapan sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. “Tinggal menunggu waktu, akan kita balas juga dengan kebodohan mereka. Akan saya balas itu. Saya minta namanya itu. Bawaslu ada tidak ?, Kecamatan Muara Sahung. Kalau ada munculkan hidungnya. Catat nama Pjs dan Sekcam,” Kata Lismidianto.

“Saya mau tau orangnya, masih makan nasi atau makan batu, saya kalau diajak baik-baik sangat baik, sangat lembut, tapi kalau kurang baik, sudah, saya habisi dulu itu, saya yang akan habisi dulu,” kata Lis melanjutkan.

“Sudah saya berikan contoh, Kepala Desa Trijaya, Nasal, kalau mereka bukan minta sujut di depan saya, sudah selesai.” Ujar Lismidianto. Kalau warga sampai sujud ke beliau, alangkah ngerinya, bukankah hanya Allah tempat bersujud, mana ada manusia sujud kepada manusia, kecuali di jaman Fir’aun dulu yang mengaku dirinya Tuhan.

Se-emosi apapun kita, harus bisa mengontrol atau mengendalikan diri. Harus bisa menggunakan kata-kata yang baik walaupun hati sangat marah sekalipun. Makanya sebelum menjadi calon Kepala Daerah, terlebih dahulu ada test mental dan kejiwaan. Kalau Kepala Daerah emosian, tiap hari bisa saja aparatur pemerintah dan masyarakat jadi korban kemarahan Kepala Daerahnya.

“Kalau Pjs sudah tidak saya hormati itu. Nanti catat namanya. Tolong panitia namanya catat Pjs Desa Sumber Makmur, saya mau tau, pulang ini akan saya bawa namanya, termasuk perangkat desa, saya mau tau manusianya itu, masih punya hidung atau tidak,” ujar Calon Bupati Kaur Nomor urut 2 ini dengan nada emosi. 

Direkaman terdengar ada warga yang bergumam “ngancam-ngancam”, menimpali ancaman Lismidianto.

“Mobil bak saya di belakang masih kosong. Kita bawa langsung ke Pores Kaur yang mengancam-ngancam itu. Penjara Polres Kaur masih kosong 2 kamar lagi,” ujar mantan Polisi itu.

“Saya hobby mengikat orang, kalau mau diikat, tunggu waktunya itu, kita tes, Pjs nya kita suruh tukang sapu nantinya itu,” ujar Lismidianto.

Bahkan beliau juga menuduh kalau Gusril yang datang Pjs terbirit-birit.

Menanggapi ancaman Lismidianto, Purnama, Pjs Kepala Desa Sumber Makmur melalui sambungan telepon pagi ini Jum,at (27/11/2020) mengatakan akan sabar saja.

“Saya sabar aja Pak, yang penting saya telah melaksanakan tugas saya sebagai Pjs Kades untuk tidak berpihak termasuk kepada P Lis. Tuduhan kalau P Gusril datang saya terbirit-birit tidak benar dan itu hanya merupakan tuduhan P Lis yang tidak berdasar,” pungkas Purnama.

 

(II/Hy)