Pembakaran Taurat dan Alkitab Diperbolehkan di Demonstrasi Swedia

Pembakaran Taurat dan Alkitab Diperbolehkan di Demonstrasi Swedia pada Sabtu (15/7/2023) , (Foto : Jonathan)

Indonesiainteraktif.com , Swedia -- Polisi Swedia mengizinkan demonstrasi yang melibatkan pembakaran Taurat dan Alkitab di luar Kedutaan Besar Israel di Stockholm. Demonstrasi ini direncanakan akan dilakukan pada Sabtu (15/7/2023) siang waktu setempat. Pemerintah Israel telah meminta pemerintah Swedia untuk menghentikan rencana tersebut. Keputusan ini muncul setelah Swedia sebelumnya mendapat kecaman keras dari negara-negara Muslim karena membiarkan pembakaran Al-Quran dalam demonstrasi anti-Islam. Demonstrasi kali ini disebut sebagai respons terhadap pembakaran Al-Quran di luar masjid di Stockholm bulan sebelumnya. 

Polisi Stockholm telah memberikan izin atas permohonan pembakaran Taurat dan Alkitab tersebut, dan tiga orang dilaporkan akan terlibat dalam aksi tersebut. Hak menyatakan pendapat di ruang publik di Swedia dilindungi oleh konstitusi, dan undang-undang penistaan agama telah ditinggalkan pada 1970-an. Pihak berwenang yakin bahwa demonstrasi dapat dilakukan tanpa gangguan atau ancaman terhadap keselamatan publik. 

Namun, pejabat Israel menyerukan Swedia untuk menghentikan rencana pembakaran tersebut. Isaac Herzog, Presiden Israel, mengutuk pembakaran Al-Quran dan menyatakan kekhawatiran atas nasib Alkitab Yahudi. 

"Sebagai Presiden Negara Israel, saya mengutuk pembakaran Al-Qur'an, yang suci bagi umat Islam di seluruh dunia, dan saya sekarang amat sedih karena nasib yang sama menunggu Alkitab Yahudi, kitab abadi orang-orang Yahudi," kata Isaac Herzog.

Menteri Luar Negeri Israel dan Kepala Rabi Israel juga meminta pemerintah Swedia untuk mencegah peristiwa tersebut terjadi. Dewan Komunitas Yahudi Swedia menyesalkan keputusan polisi dalam mengizinkan demonstrasi tersebut. Bulan sebelumnya, pembakaran Al-Quran oleh seorang imigran Kristen di luar masjid Stockholm telah memicu kecaman luas di dunia Islam. 

Protes serupa juga pernah terjadi di luar Kedutaan Besar Turki, yang mempersulit upaya Swedia untuk mendapatkan dukungan Turki dalam bergabung dengan NATO. Badan HAM PBB menyerukan negara-negara untuk berbuat lebih banyak dalam mencegah kebencian agama setelah insiden pembakaran Al-Quran di Swedia. 

Meskipun ada keberatan dari negara-negara Barat terkait keterlibatan pemerintah dalam kebebasan berekspresi, langkah tersebut disetujui. Di Indonesia, protes atas pembakaran Al-Quran di Swedia juga diungkapkan oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Penulis : Andre
Editor : Daddy