Predator Seksual Herry Wirawan Pemerkosa Santri Divonis Mati

Akhirnya Herry Wirawan terdakwa pemerkosa belasan santriwati divonis mati dingkat banding (Dok/Indoaktif/S1008)

Indonesiainteraktif.com, Jawa Barat - Akhirnya Herry Wirawan terdakwa pemerkosa belasan santriwati divonis mati dingkat banding, Senin (4/4/2022). Vonis mati tersebut setelah Majelis Hakim mengabulkan banding Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Herry Wirawan.

"Menerima permintaan banding dari jaksa/penuntut umum. Menghukum terdakwa oleh karena itu dengan pidana mati," ucap hakim Pengadilan Tinggi Bandung yang diketuai oleh Herri Swantoro dalam putusan bandingnya yang dibacakan dalam sidang terbuka hari ini (4/4/2022).

Dalam dokumen tersebut diketahui pembacaan vonis diputuskan dalam sidang terbuka pada hari ini.

Dengan demikian, pada putusannya hakim mengkoreksi putusan Pengadilan Negeri Bandung yang sebelumnya menjatuhi vonis hukuman seumur hidup terhadap terdakwa Herry Wirawan.

"Menetapkan terdakwa tetap ditahan," tutur Majelsis Hakim.

Dalam perkara ini, terdakwa Herry Wirawan  tetap dijatuhi hukuman sesuai Pasal 21 KUHAP jis Pasal 27 KUHAP jis Pasal 153 ayat ( 3) KUHAP jis ayat (4) KUHAP jis Pasal 193 KUHAP jis Pasal 222 ayat (1) jis ayat (2) KUHAP jis Pasal 241 KUHAP jis Pasal 242 KUHAP, PP Nomor 27 Tahun 1983, Pasal 81 ayat (1), ayat (3) jo Pasal 76.D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo pasal 65 ayat (1) KUHP dan ketentuan-ketentuan lain yang bersangkutan.

Dalam sidang sebelumnya, Herry Wirawan dituntut hukuman mati oleh JPU. Namun, majelis hakim Pengdilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup.

Hakim menilai perbuatan Herry Wirawan telah terbukti bersalah sesuai dengan Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Dan (5) jo Pasal 76.D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Atas vonis hukuman seumur hidup itu, JPU kemudian mengajukan banding dan banding tersebut dikabulkan ole Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Bandung.

Jaksa mengajukan banding atas vonis seumur hidup yang dijatuhkan olehn majelis. Jaksa meyakini, bahwa hukuman mati patut diberikan kepada Herry Wirawan atas perbuatannya yang telah  memperkosa 13 santriwati. (S1008).