Uji Laboratorium, BPOM Bengkulu Pastikan Bahan Pangan di Pasar Panorama Aman

BPOM Provinsi Bengkulu memastikan bahan pangan yang dijual di Pasar Tradisional Panorama Kota Bengkulu aman dari bahan-bahan yang berbahaya seperti formalin dan lainnya, Sabtu (21//01/2023). (Foto: ZAD)

Indonesiainteraktif.com, Bengkulu -- Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Bengkulu memastikan bahan pangan yang dijual di Pasar Tradisional Panorama Kota Bengkulu aman dari bahan-bahan yang berbahaya seperti formalin dan lainnya.

Sebab, berdasarkan hasil pemeriksaan uji laboratorium terhadap 33 sampel bahan pangan di Pasar Panorama yang diambil secara acak tidak mengandung bahan berbahaya.

"Kita melakukan pemeriksaan bahan berbahaya yang kemungkinan terdapat di Pasar Panorama Kota Bengkulu. Dari 33 sampel yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat dan diduga mengandung bahan berbahaya tidak ditemukan bahan berbahaya di dalam bahan pangan tersebut," kata Kepala BPOM Provinsi Bengkulu Yogi Abaso Mataram di Pasar Panorama Kota Bengkulu, Sabtu (21//01/2023).

Ia menyebutkan sampel makanan yang dilakukan pemeriksaan di laboratorium, yaitu mie basah, bakso daging, mie, tahu, ikan teri, lontong, usus ayam, daging sapi, daging ayam, kerupuk, mie telur, udang, dan bahan makanan lainnya.

Pemilihan sampel pemeriksaan dilakukan karena bahan pangan tersebut sering dikonsumsi oleh masyarakat, khususnya menjelang perayaan tahun baru 2023.

Berdasarkan hasil uji di laboratorium keliling BPOM, bahan pangan yang dijual di Pasar Panorama tidak ditemukan bahan yang berbahaya

"Dengan dilakukan pemeriksaan di Pasar Panorama, kami juga kan melakukan pemeriksaan lagi di pasar pasar yang ada di Kota Bengkulu," ujarnya.

Lanjut Yogi, pemeriksaan uji laboratorium dilakukan guna memastikan tidak ada bahan pangan yang mengandung bahan berbahaya dijual di pasaran.

Selain melakukan uji laboratorium, pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap bahan pangan yang dijual di pasar modern.

Pemeriksaan di pasar modern dan lainnya dilakukan guna memastikan tidak ada bahan makanan yang kadaluarsa dan yang tidak memiliki sertifikat BPOM dijual di tengah masyarakat. (ZAD)