Breaking News !!! Herwan Antoni Kadinkesprov Bengkulu Buka-Bukan Polemik Hasil RT-PCR Positif Walikota Bengkulu

Breaking News !!! Herwan Antoni Kadinkesprov Bengkulu Buka-Bukan Polemik Hasil RT-PCR Positif Walikota Bengkulu

Herwan Antoni Kadinkesprov Bengkulu dan Jaduliwan Kadiskomimfotik Provinsi Bengkulu



Indonesiainteraktif.com - Setelah melihat kondisi pemberitaan di media sosial, media online dan media cetak, yang tidak berimbang, dipolitisir dan diputarbalikkan mengenai status terpapar Covid-19 terhadap Walikota  Bengkulu H. Helmi Hasan, akhirnya Herwan Antoni, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu angkat bicara, agar informasi yang sampai ke masyarakat tidak simpang siur bahkan merugikan pihak Pemerintah Provinsi Bengkulu, baik Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, RSUD M. Yunus Bengkulu maupun pihak Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. Wawancara ekslusive dilakukan Herwan Antoni secara langsung dengan Herawansyah dari indonesiainteraktif.com

Herwan Antoni, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, menegaskan, "Apa yang disampaikan melalui Jaduliwan, Juru Bicara Covid-19 Ketua GugusTugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease-19 (Covid-19) adalah benar dan tidak ada rekayasa  maupun politisasi atau kepentingan politik di dalamnya. Apa yang disampaikan tersebut murni merupakan hasil Laboratorium Reverse-Transcriptase Polymerase Chain Reaction( RT-PCR)  RSUD M. Yunus Provinsi Bengkulu.

Apa yang disampaikan ini untuk menepis sangkaan atau tuduhan politisasi oleh berbagai pihak terutama pihak Pemerintah Kota Bengkulu serta para penggiat media sosial, media online, media cetak dan media elektronik lainnya terhadap 2 orang lelaki yang terpapar Covid-19, yang diidentifikasikan sebagai kasus 344 dan 345 . Mengenai pengambilan Swab dilakukan oleh Tim dari Dinkes Kota Bengkulu dan Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu.

Mengenai pengambilan Swab, Herwan Antoni menjelaskan sebagai berikut, "Jadi pengambilan Swab daripada 2 orang ini dilakukan oleh Dinkes Kota Bengkulu dan Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu, Timnya." 

Pengambilan Swab dilakukan pada tanggal 28 Agustus Kota Bengkulu sebagaimana disampaikan Direktur RSHD kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.

Menurur Herwan, "diambil Swabnya, informasi dari Ibu Direktur RSHD tanggal 28 Agustus 2020, hari Jum'at pagi. Sampel diambil dan dikirimkan ke RSUD M. Yunus Provinsi Bengkulu (RSMY). Mereka sendiri, yang mengambil sample mereka, yang mengantar sample mereka. Oleh pihak RSMY diperiksa tanggal 29 Agustus 2020, hari Sabtu. Oleh RSMY setiap sampel yang masuk dilakukan pemeriksaan. Orang RSMY tidak tahu Swab (milik) siapa-siapa. Tenaga dari situkan dari UNIB, S3 dari UNIB, Dokter Biomedik dari UNIB, ditambah dari beberapa tenaga dari RSMY. Prosenya panjang. Proses pemeriksaan dengan real timer PCR panjang, mulai dari penyiapan spesimen, proses pencampuran panjang, banyak tahapnya. Hal ini sudah dijelaskan. Disitu (Lab RT-PCR RSMY) tidak melihat nama siapa -siapa, disitu kan ada kode, kode sekian siapa ?, sampel siapa.  ?. Terakhir, kalau memang sudah selesai, bagi yang positif, itu ketahuan nama siapa, yang negatif nama siapa. Direkap hasilnya itu oleh pihak RSMY. Ada Tim yang merekap datanya. Pemeriksaan spesimen itu 5 - 8 Jam, tergantung banyak atau tidak spesimen itu. Kalau lebih banyak maka waktunya lebih panjang.

Mengenai pengiriman data hasil RT-PCR (positif atau negatif) Covid-19, pengiriman data PCR dilakukan  pihak setiap malam  kepada pihak Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.

Menurut Herwan Antoni, "Pengiriman  hasil RT-PCR dilakukan setiap malam. Pada malam itu ada 14 orang yang positif dari 92 sample. Selanjutnya, dari 14 orang sample yang positif itu ada 2 orang tadi (kasus 344 dan 345). Setelah itu data tadi dikirim kepada Saya jam 8 malam. Saya juga tidak perhatikan siapa-siapa mereka. Saya ditelpon oleh Direktur RSHD Ibu Dr. Lista, katanya P Herwan sudah tahu belum hasil Lab malam ini ?, Saya katakan belum, belum saya lihat. Dia ceritakan 2 orang itu dengan hasil Labnya seperti itu. Oh kata saya, kalau hasil Lab seperti itu sudah, jangan sampai timbul polemik, disilencekan saja, jangan sampai banyak yang tahu, maksud saya jangan sampai media membesar-besarkan. Hasil Lab ini kan biasa saja, siapapun seperti itu. Besoknya tanggal 30  Agustus 2020, kami belum rilis, kami mau memastikan dulu validasi datanya, kapan diambil Swabnya, Biodatanya dan sebagainya. Sudah itu sekitar jam 13.30 WIB, Pak Gubernur WA saya tapi saya tidak melihatnya. Kemudian Pak Gubernur telpon saya, saya lihat ada telpon masuk, kemudian ajudannya juga nelpon menanyakan, Pak Kadis melihat nggak WA saya tadi, ada orang media mengirim tentang berita ini. Saya katakan belum Pak, saya belum melihat itu. Kemudian beliau menanyakan apa betul informasi tentang berita ini, saya jawab betul Pak, hasil Lab RT-PCR RSMY  positif. Hasil Labnya sudah dikirim ke saya. Setelah itu beliau (Gubernur Rohidin Mersyah) mengatakan, kalau hasil Labnya sudah seperti itu, ya Pak Kadis jelaskan jangan sampai timbul polemik, jangan sampai timbul di Masyarakat kita yang menimbulkan hal yang tidak diinginkan, karena ini sensitif! pada saat ini. Itu pesan beliau (Gubernur Rohidin Mersyah). Beliau (Gubernur) tahu dari Saya (Herwan Antoni), bukan tahu duluan. Setelah kejadian tersebut Beliau (Gubernur) menelpon Dr. Zulki, ternyata P Zulki juga belum  juga tahu. Kemudian setelah dicek, hasilnya juga sama dengan yang saya dapatkan,  seperti itu ceritanya Kanda. Ini dibalik-balikkan, seolah-olah Gubernur tahu duluan." mengakhiri wawancara .

Mengenai hasil wawancara saya dengan P Herwan Antoni tadi saya rekam semuanya, namun P Herwan hanya mengizinkan saya menyampaikan dalam bentuk transkrip seperti sekarang ini. Kepada pihak-pihak yang mengutip hasil wawancara ini, silahkan menulis sumbernya (Herawansyah/indonesiainteraktif.com).

Berdasarkan penjelasan di atas, apa yang menjadi polemik sudah dapat kita ketahui secara terang benderang dan terbuka sehingga tidak menimbulkan polemik yang baru dikemudian hari.

Memperhatikan hasil RT-PCR  Helmi Hasan pada beberapa Rumah Sakit di Jakarta, Herwan Antoni menjelaskan bahwa RT-PCR Test seharusnya dilakukan pada Rumah Sakit Rujukan  Covid-19 yang telah ditunjuk secara resmi saja, buka asal rumah sakit.

 

Tanggapan Jecky Haryanto, SH., Kuasa Hukum Pemprov Bengkulu Atas Tudingan Bahwa Hasil SWAB Walikota Bengkulu direkayasa


Tudingan hasil pemeriksaan SWAB Walikota Bengkulu Helmy Hasan yang direkayasa dirasa sangat berlebihan, menurut kuasa hukum Pemprov Bengkulu Jecky Haryanto. 

"Pemeriksaan dari laboratorium RSMY seakan dibuat tidak benar, padahal RSMY menyambut hasil pemeriksaan dari RSHD kota Bengkulu yang berada di bawah kendali Walikota," ujar Jecky saat dijumpai di rumahnya, Rabu (2/9).

Selain itu, isu mempolitisasi Covid ini sangatlah tidak beralasan, karena dalam pernyataan KPU di beberapa media bahwa Corona tidak menghilangkan hal seseorang untuk mengikuti kontestasi Pilkada 2020. Kemudian, ada juga yang menyebut Pak Gubernur sudah mengumumkan terlebih dahulu hasil SWAB Walikota, ini tentu tidak benar. 

"Pak Gubernur itu tidak mengumumkan, namun dia menjawab chat pribadi dari wartawan. Tentu ini berbeda konteksnya, hasil tersebut diumumkan justru oleh pihak yang berkompeten seperti Dinas Kesehatan atau Gugus Tugas, dan inilah yang dipolitisir oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," jelas Jecky.

Terakhir, ia menyarankan jika masih ada yang meragukan hasil pemeriksaan dari gugus tugas atau tim laboratorium dapat melapor dan membawa masalah ini ke ranah hukum agar segera ditindak pihak berwajib. 

"Sebaiknya jika masih ada keraguan dan ada yang merasa dirugikan, bawa saja ke ranah hukum agar ada titik terang dan tidak ada prasangka, langkah ini yang benar," pungkasnya

 

Jecky Haryanto, SH Kuasa Hukum Pemprov Bengkulu

(Jecky Haryanto, SH - Kuasa Hukum Pemprov Bengkulu)

 

(Herawansyah/Indonesiainteraktif.com)