IndonesiaInteraktif.com, Bengkulu -- Dinas Tanaman Pangan, Hortilkutura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu mengantisipasi fenomena alam La Nina yang diprediksi dimilai pada bulan Juli atau Agustus 2024 oleh Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bengkulu.

Kepala Dinas (Kadis) TPHP Provinsi Bengkulu, M. Rizon menyebutkan, bahwa pihaknya akan mengantisipasi fenomena alam La Nina yang diprediksi lebih panjang dari tahun-tahun sebumnya.
"Salah satu yang menjadi concern kita sekarang seperti yang menjadi prediksi dari BMKG itu benar sekali bahkan La Nina ini dikhawatirkan lebih panjang dari tahun sebelumnya," ujar Kadis TPHP Provinsi Bengkulu, Minggu (12/05/2024).
M. Rizon menyebutkan, pemerintah sudah mempersiapkan penambahan bantuan benih tanaman pangan guna mengantisipasi La Nina yang akan terjadi pada tahun ini.
"Pemerintah Pusat juga telah menyiapkan bantuan benih, baik itu benih padi gogo maupun benih padi lahan sawah," katanya.
Ditambahkan Rizon, jika pihaknya akan mempercepat dan mengintensifkan target program Perluasan Areal Tanam (PAT) seluas 24 ribu hektar dengan tiga metode.
"Pertama kita akan melalui optimalisasi pengelolaan lahan tadah hujan, lalu yang kedua melalui pemanfaatan lahan kering melalui penanaman padi gogo, baru yang ketiga bagi kegiatan pompanisasi, kita juga sudah berkoordinasi dengan BSIP, dan kita juga sudah MoU dengan Polri/TNI untuk melaksanakan program tersebut, kick off pertamanya sudah dilakukan di Kabupaten Benteng seluas 23 hektar kemarin," tambahnya.
Kadis TPHP Provinsi Bengkulu menyebutkan kalau pemerintah pusat dan perintah Gubernur Rohidin Mersyah adalah meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena La Nina mendatang, serta pihaknya akan mengambil langkah-langkah antisipatif.
Penulis : Arista
Editor : Adv. Rindu Gita Tanzia Pinem, S.H., M.H. CPM