Indonesiainteraktif.com, Jakarta -- Pada Jumat (11/8/2023) masyarakat Kota Semarang dikejutkan dengan penemuan mayat yang gantung diri di Lapangan Tembak Kodam IV Diponegoro, Kecamatan Tembalang. Setelah ditelusuri identitas orang yang bunuh diri itu ternyata seorang mahasiswa Fakultas Hukum di Universitas Diponegoro Semarang, Muhammad Farhan Somi Putra (MFSP)
Berdasarkan keterangan kepolisan setempat, jenazah MFSP ditemukan tidak bernyawa oleh warga sekitar yang kebetulan sedang mengembalakan sapi.
MFSP adalah anak dari mantan Dosen Fakultas Hukum Universitas Negeri Bengkulu Elektison Somi dan Dosen Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Detti Lismayanti. MDSP lahir di Palembang, pada 10 Februari 2002. MFSP dan keluarganya tinggal di Jalan Letkol Santoso Nomor 88 RT 004 RW 002, Kelurahan Pasar Melintang, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Pada tanggal 15 Agustus 2023 kemarin, rencananya MFSP akan diwisuda di Universitas Diponegoro.
Menurut Ivan Adrian Wijaya, seorang teman yang pernah KKN Bareng menilai sosok MFSP dimatanya baik, rajin serta tidak neko-neko saat hidup berdampingan dengan masyarakat.
"Tapi anaknya memang agak pendiam," kata lelaki yang kebetulan menjadi ketua di kelompok KKN.

Berkenaan dengan kematian MFS, pihak Universitas Diponegoro maupun BEM Fakultas Hukum belum memberikan keterangan apapun.
Hingga hari ini Rabu (16/8/2023h, penyebab MFSP mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri masih misteri. Pihak kepolisian belum memberikan keterangan yang jelas soal latar MFSP gantung diri.
Editor : Daddy
Penulis : Adv. Rindu Gita Tanzia Pinem, S.H., M.H.