Penyelidikan Ambruknya Objek Wisata Kota Tuo oleh Polresta Bengkulu Berlanjut

Penyelidikan Ambruknya Objek Wisata Kota Tuo oleh Polresta Bengkulu Berlanjut (Photo : Andre)

IndonesiaInteraktif.com, Bengkulu --  Penyelidikan ambruknya objek wisata Kota Tuo oleh Polresta Bengkulu masih terus berlanjut. Bahkan, dalam penyelidikan pihak Polresta Bengkulu berkoordinasi dengan Polda Bengkulu. Ini disampaikan Kapolresta Bengkulu, Kombespol Aris Sulistyono, S.IK melalui Kasatreskrim Polresta Bengkulu, AKP Sampson Sosa Hutapea, SIk.

“Kota Tuo masih kami lakukan penyelidikan karena terbagi dua dananya ada dari Kota (Pemkot, red) dan Kementerian (Pusat, red). Yang pasti kami selalu koordinasi dengan Polda Bengkulu,” jelas Sampson.

Diakui Sampson, untuk penyelidikan awal pada ambruknya bangunan wisata Kota Tuo tersebut, ditangani Polresta Bengkulu. Bahkan dalam waktu dekat kata Sampson, pihaknya bakal mendatangkan ahli fisik untuk cek lapangan.

“Karena nanti pasti kami akan undang ahli fisik untuk mengecek dari awal perencanaan sampai terjadinya keretakan pada bangunan tersebut,” ungkap Sampson.

Disinggung apa saja hambatan yang dialami penyidik dalam menangani penyelidikan ambruknya bangunan wisata Kota Tuo tersebut, Sampson menyebutkan pihaknya sedang mengumpulkan dokumen.

“Untuk sementara memang Polresta Bengkulu yang melakukan penyelidikan awal. Dan hambatannya kami masih mengumpulkan dokumen-dokumen,” sebut Sampson.

Terkait pemeriksaan saksi-saksi dalam penyelidikan tersebut, Sampson membenarkan pihaknya telah memanggil beberapa saksi dari Pemerintah Kota Bengkulu. “Sudah, yang pasti dari Dinas PUPR,” demikian Sampson. Sebelumnya, Kapolresta Bengkulu Kombespol Aris Sulistyono, S.IK juga menegaskan, penyelidikan belum berhenti. ‘’Masih terus dilakukan (penyelidikan),” kata Aris.

Dijelaskan Aris, dalam penyelidikan pihaknya masih mencari sejumlah alat bukti agar pengusutan dapat ditingkatkan ke penyidikan. ‘’Nanti kalau sudah mendapatkan minimal 2 alat bukti, yang dapat ditingkatkan ke proses penyidikan. Kita lakukan kegiatan-kegiatan yang diatur dalam proses penyidikan dan yang diatur dalam undang-undang,” jelasnya.

Terpisah, Ketua 2 Kelompok Pengelola Pariwisata (KPP) Kota Tuo, Refy Rusfiansyah menerangkan, pihaknya yang ditunjuk sebagai pengelola objek wisata tersebut belum mendapatkan kepastian masalah ambruknya bangunan. “Kalau dibiarkan terus seperti ini, kerusakan bakal merambat sampai ke ujung,” ungkap Refy. Sepengetahui Refy, sheet pile bangunan itu saling terkait satu sama lain. Tak menutup kemungkinan, kerusakan yang saat ini terjadi bakal bertambah lantaran air dari sungai masuk ke dalam pondasi bangunan yang ambruk.

“Kalau sheet pilenya sudah tidak kuat menahan beban kemiringan seperti ini dan ambruk, tentu bagian lain juga ikut ambruk,”  sebut Refy.

Dia tidak membantah adanya dorongan pihaknya selaku pengelola untuk dilakukan pengusutan ambruknya bangunan tersebut. Namun sebagai orang yang ditugaskan untuk mengelola, pihaknya juga mendorong apabila langkah yang diambil adalah perbaikan.

“Ya kita minta diusut, atau kalau memang ada upaya diperbaiki, ya tentu kita minta diperbaiki seperti semula. Pengunjung ke sini (Kota Tuo) bisa nyaman, dan tidak banyak lagi pertanyaan,” jelas Refy.

Diberitakan sebelumnya, Forum Pemuda Peduli Bengkulu (FPPB) membantah bahwa ambruknya objek wisata Kota Tuo disebabkan faktor alam. Mareka berkirim surat kepada KPK RI, Kejaksaan Agung, dan Kapolri pada 31 Maret lalu, meminta agar ambruknya wisata Kota Tuo diusut tuntas. Ketua FPPB, Feri Vandalis mengungkapkan, laporan permohonan penyelidikan terhadap ambruknya bangunan Kota Tuo yang dilayangkan Maret lalu, hingga kemarin belum menuai balasan.

Sementara itu dari penulusuran RB di website LPSE Kota Bengkulu, dalam APBD 2021 Pemkot menganggarkan Rp 6,5 miliar untuk pembangunan kawasan wisata Kota Tuo. Kemudian, Pemerintah Pusat melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bengkulu (BPP) Kementerian PUPR juga mengucurkan anggaran dari APBN miliaran Rupiah dalam pembangunan Kawasan Kota Tua tersebut.

Penulis : Andre

Editor : Daddy