Perlakuan yang Wajib Dilakukan Petani Saat Menanam Sawit Dilahan Gambut

Perlakuan yang Wajib Dilakukan Petani Saat Menanam Sawit Dilahan Gambut (Photo : Iluistrasi)

IndonesiaInteraktif.com -- Saat ini Tanaman kelapa sawit menjadi salah satu tanaman perkebunan utama yang dikembangkan di Indonesia.Tanaman ini sangat dibutuhkan karena merupakan penghasil minyak mentah CPO (Crude Palm Oil) dan minyak inti sawit yang digunakan untuk berbagai macam kebutuhan.

Pengembangan perkebunan kelapa sawit dilakukan dengan perluasan lahan tanam. Maka dari itu saat ini petani tidak lagi hanya menanam sawit pada lahan yang normal kandungan nutrisi, melainkan juga mulai menanam dilahan marginal. Salah satu lahan marginal yang dipilih yaitu lahan gambut. Maka dari itu pengelolaan lahan gambut yang tepat, sengat diperlukan agar dapat menghasilkan tanaman kelapa sawit yang tumbuh dengan baik. Berikut perlakuan yang wajib dilakukan petani saat menanam sawit dilahan gambut.

1. Pemupukan
Pemupukan sangat dibutuhkan oleh lahan gambut karena kadar hara pada lahan tersebut yang sangat rendah.

Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan pupuk makro dan mikro, seperti pupuk kalium, nitrogen, fosfor, magnesium, dan boron. Selain jenis pupuk, komposisi pemberian pupuk juga harus disesuaikan dengan umur tanaman sehingga tanaman tidak over dosis pupuk.

2.Perlakuan Tanah
Penambahan bahan pembenah tanah. Yang berfungsi meningkatkan kadar pH tanah, kejenuhan basa, serta kandungan kalsium dan magnesium dalam tanah. Tandan kosong kelapa sawit yang diolah menjadi kompos dapat menjadi alternatif kandungan unsur hara makro yang tinggi. Aplikasi kompos dari tandan kosong kelapa sawit juga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman yang belum menghasilkan buah, serta dapat meningkatkan jumlah dan berat tandan, serta meningkatkan produksi Tandan Buah Segar (TBS).

3. Pengelolaan air
Drainase merupakan upaya untuk mengontrol ketersediaan air tanah pada lahan, dimana saluran air ini sangat diperlukan untuk mengatur tinggi muka air tanah sesuai kebutuhan tanaman. Pada lahan kelapa sawit, kedalaman drainase ideal yang bisa dibuat 60 sampai 80 cm. Dalam hal ini, pembuatan aliran air berupa parit sangat dianjurkan karena mampu mencegah terjadinya banjir dan bisa membuang kelebihan asam organik yang beracun.

4. Pemilihan jenis sawit yang tepat
Akan sangat membantu produksi tanaman kelapa sawit pada lahan gambut bila jenis tanaman tepat. Pilihlah jenis tanaman sawit yang memiliki batang lebih pendek namun tetap memiliki produktivitas yang tinggi. Jenis ini sangat cocok untuk lahan gambut karena akan mengurangi peluang batang menjadi miring saat ditanam.

Editor : Daddy

Penulis : Andre