Setelah Hilang Kontak 30 Jam Akhirnya 9 Nelayan Ditemukan di Pantai Selelong Kabupaten Bengkulu Utara

Setelah Hilang Kontak 30 Jam Akhirnya 9 Nelayan Ditemukan di Pantai Selelong Kabupaten Bengkulu Utara (Photo : Andre)

IndonesiaInteraktif.com, Bengkulu -- Setelah hilang kontak selama sehari, akhirnya 9 nelayan Pantai Malabero, Kota Bengkulu ditemukan di perairan  Pantai Selelong Kabupaten Bengkulu Utara, Senin (26/8) pukul 15.00 WIB. Ketua Nelayan Malabeora Ujang Joger mengatakan, kesembilan nelayan tersebut yakni kapten kapal bernama Jenggo, anak buah kapal Deki Setiawan, Een, Dodi, Edi, Idon, Engki, Evi. Mereka ditemukan dalam kondisi selamat. Kapal yang digunakan 9 nelayan ini mengalami kerusakan mesin. Sehingga terombang-ambing di lautan selama 30 jam setelah hilang kontak sejak Minggu (27/8) pukul 09.00 WIB.

“Sembilan nelayan yang hilang ditemukan setelah Basarnas dan 3 kapal nelayan melakukan penyisiran,” katanya,

Kapal yang digunakan oleh sembilan nelayan itu tidak bisa lagi hidup mesinnya. Sehingga ditarik dengan kapal lain. “Dalam perjalanan,” ujarnya kemarin.

Kapal Nelayan dengan POB (Person On Board) 9 nelayan tersebut berangkat dari Pantai Bengkulu menuju perairan Lais Minggu (27/8) pukul 03.00 WIB untuk mencari ikan. Dari perkiraan seharusnya, pukul 11.00 WIB hari Minggu tersebut nelayan tersebut sudah sampai ke Pantai Bengkulu, namun hingga pukul 16.30 WIB kemarin nelayan tersebut tidak kembali.

Akhirnya keluarga dan nelayan disekitar melakukan pencarian dari pukul 17.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB dan tidak membuahkan hasil dan akhirnya melaporkan langsung kejadian tersebut ke Basarnas Bengkulu pada Senin (28/8) pukul 08.10 WIB.

Kepala Kantor Basarnas Bengkulu Muslikun Sodik membenarkan bahwa kemarin pukul 08.10 WIB, petugas komunikasi Basarnas Bengkulu terima info bahwa telah terjadi kecelakaan kapal yang lost contact diperkirakan di perairan Lais, Bengkulu Utara.

“Basarnas Bengkulu, telah memberangkatkan tim rescue menuju lokasi tersebut pada pukul 08.28 WIB, diperkirakan akan tiba di lokasi pada pukul 11.00 WIB. Dan memberangkatkan tim ke-2 yaitu Tim ABK, Potensi SAR dan keluarga korban pada pukul 09.40 WIB menggunakan RIB (Rigid Inflatable Boat),” terang Muslikun Sodik.

Penulis : Andre

Editor : Daddy