Kadis ESDM Provinsi Bengkulu Sambangi BPH Migas di Jakarta

Kadis ESDM Provinsi Bengkulu, Donni Swabuana, dan Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, R.A Denny, telah menyambangi BPH Migas di jakarta, untuk mempertanyakan usulan tambahan kuota BBM solar bersubsidi (Photo : Arista)

IndonesiaInteraktif.com, Bengkulu -- Menjelang berakhirnya tahun 2023, pihak Pemerintah Provinsi Bengkulu, pun akan segera kembali mengusulkan kebutuhan kuota BBM bersubsidi, baik BBM jenis solar dan juga pertalite, untuk tahun 2024 mendatang. Terkait dengan kuota BBM bersubsidi jenis solar di Provinsi Bengkulu, yang semakin hari semakin menipis, bahkan diprediksi dalam waktu dekat akan hilang dari peredaran, sedangkan usulan penambahan kuota sebanyak 10 ribu kilo liter dari Pemprov ke BPH Migas, tak kunjung mendapatkan kepastian hingga saat ini.

Dan beberapa waktu yang lalu, Kadis ESDM Provinsi Bengkulu, Donni Swabuana, dan Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, R.A Denny, telah menyambangi BPH Migas di jakarta, untuk mempertanyakan usulan tambahan kuota BBM solar bersubsidi, namun hasilnya, pihak BPH Migas masih menunggu persetujuan dari Kementrian Keuangan.

Hal ini lantaran, tak hanya Provinsi Bengkulu saja yang menguuslkan tambahan solar bersubsidi, namun juga beberapa provinsi pun turut mengusulkan, sehingga pihak BPH Migas masih menunggu persetujuan seluruh usulan yang masuk.

Di sisi lain, Pemprov pun,  meminta agar setiap daerah, untuk segera melakukan pendataan, jumlah kebutuhan bbm subsidi, yang mulai dikalkulasikan kebutuhan dari sektor pertanian, kelautan dan sektor lainnya, yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi.

Pemerintah Provinsi Bengkulu pun, meminta agar setiap daerah dapat segera memberi laporan terkait kebutuhan BBM subsidi. ditargetkan laporan tersebut sudah final per November 2023 ini. Laporan tersebut nantinya akan digunakan untuk mengusulkan jumlah kebutuhan bbm subsidi se-provinsi yang akan dialokasikan untuk sepanjang tahun 2024 mendatang.


"Dari hasil pertemuan kami dengan BPH Migas, Insyaallah akan direalisasikan, namun  pihak BPH Migas masih menunggu persetujuan dari Kementrian Keuangan," ujar Donni Swabuana, Kadis ESDM Provinsi Bengkulu, Rabu 8 November 2023

"Kita sudah serahkan ke Pemda kabupaten/ kota untuk segera mengusulkan kuota kebutuhan bbm bersubsidi tahun 2024, paling lambar akhir bulan November ini, agar segera diusulkan ke BPH migas,’’ ungkap R.A Denny, Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, Rabu 8 November 2023.

Editor : Adv. Rindu Gita Tanzia Pinem, S.H., M.H.