IndonesiaIntereaktif.com -- Tradisi medali Eko Yuli Irawan di Asian Games terhenti. Setelah berhasil meraih medali perunggu di edisi Guangzhou 2010 dan Incheon 2014 serta medali emas di edisi Jakarta-Palembang 2018 pada kelas 62 kg. Di edisi Hangzhou 2022 dia gagal total.
Tampil di kelas 67 kg di Xiaoshan Sports Centre Gymnasium, Eko hanya berhasil mengangkat snatch dengan 145 kg. Dia gagal di nomor clean and jerk. Tiga kali kesempatan untuk mengangkat barbel seberat 175 kg tak berhasil. Hasil itu membuat perolehan catatannya jauh dari peraih medali emas asal Tiongkok Chen Lijun dengan total 330 kg. Sedangkan medali perak direbut Ri Wonju (321 kg) dan medali perunggu diraih Lee Sangyeon (317 kg).
Eko meminta maaf kali ini tidak bisa memberikan medali. Eko menjelaskan, kegagalan mengangkat 148 kg di angkatan snatch ketiga tidak membuat terdistraksi saat di clean and jerk.
’’Tapi, memang mau bagaimana lagi. Mau angkat segitu juga masih kalah dari hasil akhir. Sedangkan itu saja rekor latihan saya, mau nggak mau rekor latihan saya, saya angkat di angkatan pertama. Gambling lah,’’ terangnya.
Eko mengakui persiapannya untuk Asian Games kali ini belum maksimal. Terlebih, ini bukanlah kelas spesialisasinya. ’’Ada sesuatu lah. Yang pasti, kenapa saya di kelas 67 kg biar nanti pelatih yang bicara,’’ tuturnya. Eko menegaskan, dirinya sudah berusaha yang terbaik. ’’Dan, alhamdulillah masih dikasih tenaga untuk bisa ngangkat dan mudah-mudahan bisa lebih baik lagi di event mendatang,’’ ujarnya.
Saat ini, Eko masih berambisi untuk kembali tampil di Olimpiade 2024 Paris. ’’Mudah-mudahan hasil baiknya di Olimpiade nanti,’’ harap atlet berusia 34 tahun tersebut. Dengan gagalnya Eko menyumbangkan mendali, hingga tadi malam pukul 22.00 WIB, Indonesia masih bercokol di urutan ke-10 peraihan mendali Asian Games Hangzhou China.
Penulis : Andre
Editor : Daddy