Di NTB Briptu IMP Pamer Pistol  Bareng Dept Collector Ditindak Tegas, Di Bengkulu Bharatu EH Diduga Tembak Honorer Pemkab Kaur Terkesan Ditutupi

Kapolda  Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen. Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H dan Kapolda Bengkulu Irjen. Pol. Drs. Guntur Setyanto, M.Si, Dengan Semangat Presisi Kapolri Jend. Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, Diyakini Akan Bertindak Tegas Terhadap Aparat Yang Melanggar Hukum (Dok/Polri)


 

Listyo Sigit Prabowo

Semoga cita-cita Kapolri Jenderal Pol  Listyo Sigit Prabowo dalam penegakan hukum yaitu Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) yang diciptakan untuk membentuk Transparansi dan Handling Complain (Pengaduan) bagi masyarakat dapat terealisasi (Dok/Polri)

 

Indonesiainteraktif.com, Kaur - Kapolda  Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Pol Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H, memastikan akan menindak tegas oknum polisi berinisial IMP yang diduga pamer senjata saat bersama debt collector menagih utang seorang nasabah di Desa Bagek Polak Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (24/9/2021).

Mantan Kadiv Humas Polri ini menegaskan oknum polisi tersebut telah melakukan pelanggaran disiplin, dalam artian melakukan tindakan di luar ketentuan dan kewenangannya selaku anggota Polri.

“Kami menindak tegas oknum anggota Polri tersebut sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku,” tegas Kapolda melalui Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, S.I.K., M.Si, Senin (28/9/2021).

BACA JUGA :

LETUSAN SENJATA APARAT PENEGAK HUKUM DI KANTOR BUPATI KAUR DIDUGA LUKAI HONORER, KAPOLRES KITA AKAN TINDAK LANJUTI

ADVOKAT DEDEN ABDUL HAKIM : AKSI PENEMBAKAN DI RUANG STAF BUPATI HARUS SEGERA DI PROSES !!!, SENJATA API BUKAN BARANG MAINAN

KOORDINASI MENGENAI DUGAAN PENEMBAKAN DI RUANG STAF BUPATI KAUR, TIM INVESTIGATOR DATANGI KABID PROPAM POLDA BENGKULU

IRWASDA POLDA BENGKULU KIRIM TIM KE KAUR, TINDAK LANJUTI DUGAAN PENEMBAKAN DI RUANG STAF BUPATI KAUR


Mungkinkah lain lubuk lain ikannya ?, karena di Provinsi Bengkulu tepatnya di Kabupaten Kaur, seorang honorer Pemkab Kaur berinisial LS diduga ditembak atau tertembak oleh senjata anggota Polri berinisial EH yang berpangkat Bharatu. EH sendiri merupakan ajudan Bupati Kaur Lismidianto (mantan anggota Polri dengan pangkat terakhir AKBP). Kejadian pun diduga terjadi di ruang staf Bupati Kaur yang berdekatan dengan ruang kerja Bupati Kaur. Info dari narasumber pun mengatakan saat kejadian, Bupati Kaur Lismidianto diduga juga sedang berada di tempat. Dalam kejadian tersebut, diduga paha LS terkena tembakan peluru.

Kejadian ditembaknya atau tertembaknya LS oleh senjata EH diduga ditutup-tutupi. Berapa narasumber yang kami konfirmasi bungkam dan takut disebutkan namanya. Para Aparat yang kami hubungi seakan enggan memberikan konfirmasi. Semua kompak seakan tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Para awak pers pun tidak bisa menaikkan berita karena tidak ada yang bisa dikonfirmasi, diklarifikasi dan diverifikasi sumber beritanya. Informasi sangat minim baik dari APH sendiri, pihak Pemkab Kaur maupun keluarga korban. Hal ini tidak mematahkan semangat untuk mengungkap fakta yang sebenarya. Para Investigator  terus melangkah walau di malam yang gelap menuju Kota Bintuhan hanya berbekal Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Kasus dugaan penggunaan senjata yang diduga dilakukan oleh Aparat Penegak Hukum (APH) tanpa mengikuti SOP di Kabupaten Kaur, tepatnya di ruang staf Bupati Kaur terjadi pada hari Kamis (9/9/2021) yang melukai seorang honorer berinisial LS. Kasus ini diduga terkesan ditutup-tutupi. 

Karena penggunaan senjata ini diduga telah melukai rakyat sipil, maka pihak media Indonesiainteraktif.com telah melakukan  investigasi dan pengumpulan data lapangan sehingga apa yang terjadi di Kaur ini dapat diketahui dan diuji kebenarannya.

Berdasarkan kesaksian beberapa orang saksi mengatakan bahwa mereka mengetahui terjadinya letusan senjata dari kantor Bupati Kaur pada hari Kamis (9/9/2021).

Diduga kejadian letusan yang diduga melukai pegawai honorer berinisial LS itu diketahui dari seorang staf Puskesmas Bintuhan. “Staf Puskesmas tersebut ditelpon seseorang, diduga dari Kantor Bupati  Kaur sekitar jam 9.14 WIB dengan perintah antarkan ambulan ke Pemda sekarang.” kata narasumber yang harus kami lindungi berdasarkan UU Pers dan perlindungan UU Pers kepada narasumber adalah absolut.

“Pada jam 09.20 WIB, ambulan Puskesmas Bintuhan langsung meluncur ke Kantor Bupati Kaur. Setelah jam 12 siang baru berkembang informasi bahwa terjadi peluru nyasar salah satu ajudan Bupati mengenai seorang tenaga perempuan dari betis tembus ke paha,” lanjut narasumber tersebut.

“Sekitar jam 12.30 WIB, diketahui bahwa yang diduga terkena peluru nyasar tersebut adalah seorang perempuan berinisial LS warga desa Padang Petron Bintuhan,” ujar narasumber.

Kami juga menerima info dari narasumber yang lain. Infonya sesampai di Rumah Sakit Cahaya  Batin, pasien langsung dibawa  keruangan UGD dan diperintahkan oleh para pengantar pasien agar tidak ada yang asal bicara, dan menjaga mulut jangan sampai kejadian ini masuk berita. 

Setelah diperiksa dan dari keterangan pasien yang kesakitan akibat luka karena peluru nyasar, dapat diduga bahwa penyebabnya adalah akibat  pistol salah satu ajudan Bupati Kaur.

Untuk memastikan hal ini, pada hari ini Selasa, jam 14.30 Wib (21/9/2021) Tim Investigasi Indonesiainteraktif.com menuju Bintuhan, Ibu Kota Kabupaten Kaur untuk bertemu langsung dengan Kapolres Kaur AKBP Dwi Agung Setyono, S.IK, MH.

Terhadap pertanyaan yang disampaikan oleh kami para investigator, Kapolres AKBP Dwi Agung Setyono mengatakan  bahwa informasi yang disampaikan para investigator akan ditindak lanjuti serta mengumpulkan bukti dan fakta di lapangan.

“Kalau letusan yang dimaksud melukai LS dilakukan oleh oknum aparat kepolisian maka akan kita tindak lanjuti sesuai dengan Peraturan Kedinasan. Dalam hal ini merupakan kewenangan Bidang Propam Polda Bengkulu. Saya berharap agar kita bisa bertukar informasi, baik itu data maupun perkembangan selanjutnya kasus ini,” kata Kapolres yang ramah wartawan ini. Kenyataannya, hingga saat ini, belum satupun informasi yang kami terima dari Bupati Kaur ini.

Untuk memastikan aksi penembakan yang diduga dilakukan EH Ajudan Bupati Kaur Lismidianto terhadap LS pada hari Kamis (9/9/2021) di ruang staf Bupati Kaur, maka pada hari Kamis sekita jam 09.15 WIB (23/9/2021), Tim Investigator media siber Indonesiainteraktif.com mendatangi Kepala Bidang (Kabid) Propam Polda Bengkulu Kombes Pol  Kuswahyudi Tresnadi, SH., SIK.

Pada kesempatan itu kami menanyakan kepada Kombes Pol Kuswahyudi yang juga merupakan mantan Kapolres Tanjung Jabung Barat, apakah beliau mengetahui kejadian dugaan penembakan di ruangan staf Bupati Kaur. Pada kesempatan tersebut kami juga menyampaikan beberapa informasi yang kami dapatkan mengenai kejadian di Kabupaten Kaur tersebut. Termasuk dugaan adanya warga sipil yang terluka dengan inisial LS.

“Untuk informasi mengenai kejadian di Kaur silahkan hubungi Kabid Humas (KBP Sudarno) saja, karena kita satu pintu,” kata Kabid Propam yang ramah wartwan ini.

“Prinsipnya apabila ada dugaan pelaku dari aparat Kepolisian maka kita akan menindaklanjutinya,” pungkas Kombes Pol  Kuswahyudi Tresnadi, SH., S.IK, Kabid Propam Polda Bengkulu ini.

Untuk melakukan komfirmasi, Tim Investigator media siber Indonesiainteraktif.com telah mendatangi ruang kerja Kepala Bidang Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, S.H., MH, pada hari Selasa, jam 14.20 WIB (28/9/2021). Karena Kombes Pol Sudarno tidak berada ditempat (dinas luar)  akhirnya Tim Investigator menemui Itwasda Polda Bengkulu Kombes Pol Asep Teddy Nurassyah, S.I.K., M.M., pada jam 14.30 WIB dihari yang sama.

Dalam pertemuan tersebut, Itwasda Polda Bengkulu Kombes. Pol. Asep Teddy Nurrasyah, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa terkait kabar adanya peristiwa meletusnya senjata api di Kantor Bupati Kaur yang mengakibatkan adanya korban, pihaknya sudah menurunkan tim ke Kabupaten Kaur.

“Iya, kita sudah menurunkan Tim yang terdiri dari Itwasda, Propam dan Wasidik secara bersamaan ke Kabupaten Kaur pada hari Jum’at (24/9/2021). Sekarang mereka belum kembali, belum lapor ke saya kembali,” kata Kombes Pol Asep Teddy.

“Tim yang kita kirim ke Kabupaten Kaur untuk melakukan cross check dilapangan terkait bagaimana kejadian tersebut sebenarnya. Upaya Penyelidikan Internal ini belum dapat kami sampaikan hasilnya karena masih berproses, pun jika telah ada hasil maka nanti akan dijelaskan oleh Kabid Humas Polda Bengkulu,” kata Itwasda yang ramah wartawan ini.

“Yakinlah bahwa proses yang sedang berjalan ini akan berimbang dan mengedepankan prinsip keadilan. Jika dugaan ada kesalahan SOP dari anggota Polri yang bertugas tentu kami akan lakukan penegakan yang terukur sesuai ketentuan Internal Polri dan Ketentuan Pidana Umum,” pungkas Kombes. Pol. Asep Teddy Nurrasyah.

Melihat hal yang tidak lazim dilakukan Polri di Bengkulu, apalagi sejak Polri di bawah pimpinan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang sangat terbuka menjadi tertutup, Tim Investigator Indonesiainteraktif.com mencurigai dan menduga ada hal besar yang berusaha ditutup-tutupi (kalau tidak ada hal besar mengapa ditutup-tutupi). Sehingga timbul pertanyaan, siapa sebenarnya pemegang senjata yang menyebakan tertembaknya LS. Apakah dipegang dan dilakukan oleh terduga EH  Ajudan Bupati Kaur atau dilakukan orang lain. Mengingat ajudan yang berinisial EH hanya berpangkat Bharatu. Tidak susah menghukumnya kalau terjadi kesalahan prosedur atau pelanggaran hukum lainnya. Selanjutnya juga berkembang pertanyaan dihati kami para Investigator, dengan pangkat yang masih Bharatu, apakah EH sudah memenuhi syarat memegang, menggunakan dan menyimpan senjata ?.

Ahli hukum dari Universitas Bengkulu Prof. Dr. Herlambang, S.H., M.H memberikan tanggapan mengenai dugaan tertembaknya LS seorang honorer Pemkab Kaur.

“Polda Bengkulu harus terbuka mengenai dugaan tertembaknya LS akibat senjata api di ruang staf Bupati, Kantor Bupati Kaur. Ini untuk menunjukkan profesionalisme dan untuk menjaga kepercayaan publik. Apa yang terjadi pada korban harus dijelaskan, apakah luka ringan, luka berat atau mungkin meninggal dunia. Karena penanganannya berbeda dan sanksi hukumnya pun berbeda pula,” kata Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Bengkulu ini.

“Juga terhadap pelaku, harus diperiksa untuk membuktikan apa yang dilakukannya sehingga menyebabkan timbulnya korban karena hal ini berhubungan dengan sanksi hukum yang akan diberikan, agar cita-cita Kapolri Jenderal Pol  Listyo Sigit Prabowo dalam penegakan hukum yaitu Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) yang diciptakan untuk membentuk Transparansi dan Handling Complain (Pengaduan) bagi masyarakat dapat terealisasi,” pungkas Prof. Herlambang. (S1001).