Polisi Hebat !!! Akhirnya Bharatu EH Diduga Pelaku Tertembaknya LS Pegawai Honorer Pemkab Kaur Jadi Tersangka

Kapolda Bengkulu Irjen. Pol. Drs. Guntur Setyanto, M.Si - Cita-cita Kapolri Jenderal Pol  Listyo Sigit Prabowo dalam penegakan hukum yaitu Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) yang diciptakan untuk membentuk Transparansi dan Handling Complain (Pengaduan) bagi masyarakat mendapat respon positif dari jajaran kepolisian. Presisi bukan hanya diapresiasi Polri di tingkat pusat tetapi juga di Propinsi Bengkulu (Dok/Google/Kepolisian)

 

Kapolres Kaur
Kapolres Kaur AKBP Dwi Agung Setyono, S.I.K, M.H.,  Kita melakukan lidik, memang benar ada kelalaian dari anggota yang menyebabkan orang lain terluka. Dari ini memang ada tindak pidananya yang menyebabkan orang lain terluka Pasal 360 ayat 2. (Indoaktif/S1001/S1002)

 

Indonesiainteraktif.com, Kaur - Cita-cita  Kapolri Jenderal Pol  Listyo Sigit Prabowo dalam penegakan hukum yaitu Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) yang diciptakan untuk membentuk Transparansi dan Handling Complain (Pengaduan) bagi masyarakat mendapat respon positif dari jajaran kepolisian. Presisi bukan hanya diapresiasi Polri di tingkat pusat tetapi juga di Propinsi Bengkulu. 

Pihak Investigator Indonesiainteraktif.com memberikan apresisasi dan penghargaan yang tinggi atas kepemimpinan Kapolda Bengkulu Inspektur Jenderal Polisi  Drs. Guntur Setyanto, M.Si, Irwasda  Polda Bengkulu Kombes Pol. Asep Teddy Nurassyah, S.I.K, M.H, Kepala Bidang Propam Polda Bengkulu Kombes Po.l Kuswahyudi Tresnadi, S.H., S.I.K., Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol. Sudarno, S.Sos., M.H., dan terkhusus dan spesial Kapolres Kaur AKBP Dwi Agung Setyono, S.I.K, M.H., atas keteguhannya menjaga kepercayaan masyarakat dalam penegakan hukum tanpa pandang bulu, baik kepada masyarakat umum maupun aparat penegak hukum di Kepolisian.

Pada awalnya para Wartawan Investigator Indonesiainteraktif.com sempat agak kecewa dengan langkah tertutupnya jajaran pimpinan Polda Bengkulu terhadap kasus tertembaknya LS seorang pegawai honorer Pemkab Kaur yang diduga dilakukan Bharatu EH ajudan Bupati Kaur Lismidianto. Tetapi kekecewaan itu sirna setelah mendapat konfirmasi dari Kepala Kejaksaan Negeri Kaur Nurhadi Puspandoyo, S.H., M. H,  berkenaan dengan terbitnya Surat Perindah Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap kasus tersebut dengan tersangka EH.

“SPDP sudah diterima pada hari jumat tanggal 1 Oktober 2021 dengan Pasal yang dipersangkakan melanggar Pasal 360 KUHP,” Kata Nurhadi Puspandoyo.

“Kami menunggu hasil penyidikan polisi terhadap  tsk  EH,” pungkas Kajari Kaur yang ramah wartawan ini.

Tim Investigator Indonesiainteraktif.com berharap agar hukum dapat ditegakkan setingginya. Siapa yang bersalah dapat dihukum dengan hukuman yang pantas

Pertanyaan siapa sebenarnya pemegang senjata yang menyebakan tertembaknya LS. Apakah dipegang dan dilakukan oleh terduga EH  Ajudan Bupati Kaur atau dilakukan orang lain, harus terjawab tuntas sehingga tidak menimbulkan polemik duga menduga yang berkepanjangan.

Pertanyaan selanjutnya yang berkembang dihati kami para Investigator diharapkan terjawab. Dengan pangkat yang masih Bharatu, apakah EH sudah memenuhi syarat memegang, menggunakan dan menyimpan senjata ?.

Atas kejadian tertembaknya LS oleh senjata yang diduga dilakukan oleh Bharatu EH,  Kapolres Kaur AKBP Dwi Agung Setyono, S.I.K, M.H., memberikan tanggapannya.

“Oh ya memang, hasil kita melakukan lidik, memang benar ada kelalaian dari anggota yang menyebabkan orang lain terluka. Dari ini memang ada tindak pidananya yang menyebabkan orang lain terluka Pasal 360 ayat 2. Kemarin ada LP, kita adakan penyidikan dan kita sampaikan kepada rekan JPU. Kita  saling monitor untuk tindak lanjutnya dan sekarang sedang di proses di Polres Kaur. Saat ini aedang dilakukan pendalaman penyidikan oleh Polres Kaur,” pungkas Kapolres Kaur AKBP Dwi Agung Setyono.

Sebagaimana diketahui bahwa  Pasal 360 KUHP, berbunyi: (1) Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mendapat luka berat diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun, (2) Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain luka sedemikian rupa sehingga orang itu menjadi sakit sementara atau tidak dapat menjalankan jabatan atau pekerjaannya sementar diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama enam bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu limaratusrupiah.

 

BACA JUGA :

LETUSAN SENJATA APARAT PENEGAK HUKUM DI KANTOR BUPATI KAUR DIDUGA LUKAI HONORER, KAPOLRES KITA AKAN TINDAK LANJUTI

ADVOKAT DEDEN ABDUL HAKIM : AKSI PENEMBAKAN DI RUANG STAF BUPATI HARUS SEGERA DI PROSES !!!, SENJATA API BUKAN BARANG MAINAN

KOORDINASI MENGENAI DUGAAN PENEMBAKAN DI RUANG STAF BUPATI KAUR, TIM INVESTIGATOR DATANGI KABID PROPAM POLDA BENGKULU

IRWASDA POLDA BENGKULU KIRIM TIM KE KAUR, TINDAK LANJUTI DUGAAN PENEMBAKAN DI RUANG STAF BUPATI KAUR

DI NTB BRIPTU IMP PAMER PISTOL BARENG DEPT COLLECTOR DITINDAK TEGAS, DI BENGKULU BHARATU EH DIDUGA TEMBAK HONORER PEMKAB KAUR TERKESAN DITUTUPI

 

Ahli hukum dari Universitas Bengkulu Prof. Dr. Herlambang, S.H., M.H memberikan tanggapan mengenai diterbitkannya SPDP untuk tersangka EH. “Kami masyarakat memberikan apresiasi atas sikap tangggap aparat kepolisian dalam kasus tertembaknya LS pegawai honorer Pemkab Kaur oleh terduga Bharatu EH, ajudan Bupati Kaur Lismidianto. (S1001).