IndonesiaInteraktif.com, Riau - Pemerintah Provinsi Riau mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Riau untuk memperkuat pelayanan kemanusiaan melalui pengembangan bank darah. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau, SF Hariyanto, saat menerima audiensi pengurus PMI Provinsi Riau di ruang kerja Wakil Gubernur Riau, Selasa (29/9/2026).
SF Hariyanto menilai bahwa ketersediaan darah merupakan bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, PMI perlu memiliki sistem penyediaan darah yang semakin kuat agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara cepat dan memadai.
“Ke depan, kita perlu mengembangkan bank darah di PMI Provinsi Riau sehingga ketersediaan darah dapat terjamin dan masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkan darah dengan lebih cepat,” ujarnya.
Menurut SF Hariyanto, pengembangan bank darah dapat menjadi salah satu langkah strategis PMI dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan darah dalam kondisi mendesak.
Selain pengembangan fasilitas pelayanan darah, SF Hariyanto juga meminta PMI untuk memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Setiap kegiatan PMI diharapkan tidak berjalan sendiri, tetapi diselaraskan dengan program pemerintah daerah.
“PMI agar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dalam melaksanakan kegiatan dan tidak berjalan sendiri. Setiap kegiatan juga harus dilaporkan secara berjenjang serta diselaraskan dengan program pemerintah, termasuk Cek Kesehatan Gratis,” katanya.
Ia juga meminta PMI melakukan pembenahan dalam kepengurusan dan pengelolaan organisasi agar seluruh program kemanusiaan dapat berjalan lebih optimal.
Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Riau, Dr. Maal Mabror, MKM, menyambut baik arahan Pemerintah Provinsi Riau terkait pengembangan bank darah. Menurutnya, penguatan fasilitas tersebut akan mendukung peningkatan pelayanan darah bagi masyarakat.
Maal mengatakan bahwa PMI Provinsi Riau terus menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan yang melibatkan PMI kabupaten/kota, relawan, pemerintah, dunia usaha, mitra PMI, dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pelayanan kesehatan, donor darah, edukasi keselamatan, kepedulian terhadap kelompok rentan, pelestarian lingkungan, serta kampanye kemanusiaan.