Indonesiainteraktif.com, JEMBER – Upaya mengatasi sedimentasi yang menghambat jalur pelayaran di Plawangan Puger, Kabupaten Jember, mulai dilakukan melalui aksi nyata masyarakat nelayan. Sebanyak tiga unit ekskavator dikerahkan untuk melakukan normalisasi sedimen demi memperlancar akses kapal nelayan saat berangkat maupun kembali dari melaut.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (10/10/2026) tersebut diprakarsai oleh Himpunan Pedagang Perikanan Puger (HP3) bersama Asosiasi Nelayan Sinar Terang, dengan mengandalkan swadaya nelayan serta dukungan dari Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur.
Camat Puger, Asrah Joyo Widono, menyatakan dukungannya terhadap langkah kedua organisasi tersebut dalam menggerakkan partisipasi masyarakat untuk mengatasi persoalan sedimentasi yang selama ini menjadi perhatian nelayan.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat melalui aksi swadaya merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi Plawangan Puger yang menjadi jalur vital bagi aktivitas perikanan tangkap.
Pengerahan tiga unit ekskavator tersebut diharapkan mampu membantu mengurangi hambatan sedimentasi sehingga alur pelayaran menjadi lebih lancar dan risiko kecelakaan kapal dapat diminimalkan.
“Upaya ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi Plawangan Puger yang menjadi jalur penting bagi nelayan untuk berangkat maupun kembali dari melaut,” demikian inti dukungan terhadap pelaksanaan normalisasi tersebut.
Sebelum pekerjaan dimulai, kegiatan ini dihadiri unsur Muspika Plus Kecamatan Puger. Sejumlah pihak yang hadir di antaranya Camat Puger, jajaran Polsek dan Koramil, Polairud, TNI AL, Marinir, Dinas Perikanan dan Kelautan, UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Puger, serta unsur PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan pentingnya sinergi antara masyarakat nelayan, organisasi perikanan, aparat keamanan, dan instansi pemerintah dalam menangani persoalan sedimentasi di kawasan pesisir Puger.
HP3 dan Nelayan Ambil Inisiatif
Normalisasi Plawangan ini menjadi wujud kepedulian masyarakat nelayan yang tidak hanya menunggu penanganan dari pemerintah, tetapi juga mengambil inisiatif untuk mencari solusi atas persoalan yang berdampak langsung terhadap keselamatan dan mata pencaharian mereka.
Melalui prakarsa HP3 dan Asosiasi Nelayan Sinar Terang, para nelayan berharap pekerjaan normalisasi dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi aktivitas pelayaran.
Pasalnya, kondisi Plawangan Puger memiliki peran strategis bagi kelangsungan aktivitas perikanan tangkap dan perputaran ekonomi masyarakat pesisir. Sedimentasi yang menghambat jalur keluar-masuk kapal dapat meningkatkan risiko pelayaran, terutama ketika kondisi perairan tidak bersahabat.
Karena itu, dukungan Camat Puger dan koordinasi seluruh pihak diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan sedimentasi, sekaligus mendorong solusi berkelanjutan agar persoalan serupa tidak terus mengancam keselamatan nelayan.
Aksi swadaya ini menjadi langkah penting dalam membangun kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah demi mewujudkan Plawangan Puger yang lebih aman dan mendukung kelancaran aktivitas nelayan.