Kabut Asap Mulai Menyelimuti Riau, SF Hariyanto Tunggu Data Sebelum Liburkan SMA/SMK

Kabut Asap Mulai Menyelimuti Riau, SF Hariyanto Tunggu Data Sebelum Liburkan SMA/SMK

 

Indonesiainteraktif.com, Riau - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau belum memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar di tingkat SMA/SMK sederajat meski kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Bumi Lancang Kuning.

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan keputusan tersebut akan ditentukan berdasarkan data kualitas udara. Pemprov Riau saat ini meminta jajaran terkait mengumpulkan data kondisi udara sebagai dasar menentukan kebijakan.

“Kita minta Pak Sekda untuk cek dulu data situasi dan kondisinya betul-betul. Kalau datanya sudah mengganggu, kita punya data, kita liburkan sekolah,” ujar SF Hariyanto, Senin (24/8/2026).

SF Hariyanto menegaskan, kondisi cuaca dan kabut asap secara kasatmata belum cukup menjadi dasar untuk mengambil keputusan. Menurutnya, diperlukan data dan perhitungan yang jelas agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.

Karena itu, ia meminta data kualitas udara dapat segera diselesaikan sehingga keputusan mengenai aktivitas sekolah bisa ditentukan pada Selasa (25/8/2026).

“Kalau asapnya memang tinggi kita segera liburkan sekolah. Karena melihat cuaca seperti ini saja tidak bisa menentukannya. Karena harus ada data, ada hitung-hitungannya sebagai dasar. Yang penting kita ada dasarnya,” tegas SF.

Ia menambahkan, kebijakan berbeda telah diterapkan di Kota Pekanbaru. Sejumlah sekolah tingkat SD telah diliburkan karena peserta didik pada jenjang tersebut dinilai lebih rentan terhadap dampak kabut asap.

“Sementara di Pekanbaru yang diliburkan itu baru tingkat SD, karena masih anak-anak usia rentan. Kalau kita di provinsi kita tunggu data dulu,” katanya.

Pemprov Riau memastikan keputusan terkait peliburan sekolah akan mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan aspek kesehatan peserta didik, sehingga langkah yang diambil tidak hanya berdasarkan kondisi visual kabut asap, tetapi memiliki dasar data yang jelas.