SF Hariyanto Torehkan Prestasi di Tingkat ASEAN, Raih Pengakuan sebagai ASEAN Engineer

SF Hariyanto Torehkan Prestasi di Tingkat ASEAN, Raih Pengakuan sebagai ASEAN Engineer

 

Indonesiainteraktif.com, Bandung - Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau, SF Hariyanto, berhasil memperoleh pengakuan profesional tingkat ASEAN sebagai ASEAN Engineer (ASEAN Eng.) dalam kegiatan Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-44 yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026).

Prestasi tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi Provinsi Riau. SF Hariyanto tercatat sebagai gubernur pertama di Indonesia yang memperoleh gelar profesional keinsinyuran tingkat regional tersebut.

Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Riau, Ulul Azmi, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima SF Hariyanto. Menurutnya, pencapaian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan pemerintahan daerah dapat berjalan beriringan dengan kompetensi teknis profesional yang memenuhi standar internasional.

“Ini merupakan kebanggaan besar bagi masyarakat Riau, khususnya keluarga besar Persatuan Insinyur Indonesia. Bapak SF Hariyanto telah menunjukkan bahwa seorang pemimpin daerah tidak hanya dituntut memiliki kemampuan kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan, tetapi juga kompetensi profesional yang diakui secara regional. Ini menjadi teladan bagi seluruh insinyur di Provinsi Riau dan Indonesia,” kata Ulul Azmi.

Ia menambahkan, pengakuan sebagai ASEAN Engineer memiliki arti strategis bagi kemajuan pembangunan di Riau. Capaian tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan mutu infrastruktur, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta percepatan pemanfaatan teknologi di daerah.

PII Wilayah Riau, lanjut Ulul, terus berupaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme para insinyur melalui penguatan kompetensi, sertifikasi profesi, serta pemenuhan legalitas praktik keinsinyuran melalui STRI dan SKIP sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, percepatan peningkatan Indeks Keinsinyuran Daerah juga menjadi perhatian agar semakin banyak tenaga ahli dari Riau yang memperoleh pengakuan di tingkat nasional maupun internasional.

“PII Wilayah Riau terus mendorong peningkatan kompetensi, sertifikasi profesi, pemenuhan legalitas praktik keinsinyuran melalui STRI dan SKIP sesuai ketentuan, serta percepatan Indeks Keinsinyuran Daerah. Dengan semakin banyaknya insinyur Riau yang memperoleh pengakuan nasional dan internasional, kita optimistis kualitas pembangunan dan daya saing daerah akan semakin meningkat,” ujarnya.

Menurut Ulul, pencapaian ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi profesi, dan sektor industri. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mendorong tenaga ahli di Riau agar terus meningkatkan kualifikasi dan meraih sertifikasi profesional bertaraf internasional.

“Insinyur Riau harus naik kelas. Tidak cukup hanya memiliki gelar akademik, tetapi harus memiliki kompetensi, legalitas, integritas, dan pengakuan profesional,” pungkasnya.

Sementara itu, SF Hariyanto menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara CAFEO ke-44 atas pengakuan yang diberikan. Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur dan sarana publik di Provinsi Riau.

“Tentu capaian ini menjadi semangat diri untuk kemajuan infrastruktur di Riau. Dari Riau untuk Indonesia maju. Inilah semangat yang terus kita bangun untuk kemajuan Riau ke depan,” ungkap SF Hariyanto.

Sebagai informasi, CAFEO merupakan forum keinsinyuran tahunan yang mempertemukan para pakar, praktisi, akademisi, dan organisasi profesi dari berbagai negara ASEAN. Forum ini bertujuan memperkuat kerja sama teknis serta mendorong pertukaran pengetahuan dan inovasi teknologi antarnegara.

Adapun gelar ASEAN Engineer diberikan melalui ASEAN Engineering Register (AER) di bawah naungan ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO). Pengakuan tersebut diberikan kepada insinyur yang memenuhi persyaratan ketat, meliputi latar belakang pendidikan, pengalaman profesional, pengembangan keprofesian berkelanjutan, serta kepatuhan terhadap kode etik profesi.

Dengan pencapaian ini, diharapkan semakin banyak insinyur asal Riau yang mampu bersaing dan memperoleh pengakuan profesional di tingkat regional maupun internasional.